Memasuki perdagangan hari ini Dolar Australia turun lebih dari 0.8 % ke posisi 0.7027 pada Dolar AS Rabu ini 6/3, sesudah data GDP Australia lebih rendah dibanding harapan awal.
Data itu pun menghidupkan spekulasi tentang peluang pemangkasan suku bunga oleh RBA dalam tempo dekat. ABS memberikan laporan jika perkembangan GDP cuma sampai 0.2 % Quarter-over-Quarter dalam kuartal IV/2018.
Angka itu adalah laju perkembangan paling rendah semenjak akhir tahun 2016, serta tambah lebih rendah dibanding perkembangan 0.5 % yang diinginkan oleh aktor pasar. Dengan tahunan, perkembangan GDP pun melambat dari 2.8 % jadi 2.3 % YoY.
Komponen-komponen keinginan domestik terpenting lemah, serta beberapa ekonom kami memberikan indikasi jika pintu untuk pemangkasan suku bunga sudah terbuka lebih lebar, tutur Adam Cole, ahli taktik mata uang di RBC Capital Markets.
Laporan GDP Australia itu pun membuat beberapa analis memprediksi jika RBA bisa saja akan memotong suku bunga dalam tempo dekat. Masalahnya perlambatan ekonomi yang berlangsung nyata-nyata lebih rendah dari harapan serta momen perkembangan sudah pupus.
Walau sebenarnya, beberapa aspek external yang berefek besar pada keadaan ekonomi domestik, seperti perlambatan ekonomi negara partner dagang penting serta perseteruan perdagangan internasional, belumlah temukan titik jelas.
Dalam rapat kebijaksanaan yang diselenggarakan di hari Selasa, RBA akan memutuskan untuk membiarkan suku bunga masih 1.50 %. Akan tetapi, ketetapan itu didasarkan pada anggapan jika inflasi serta perkembangan ekonomi masih tetap selalu bertambah, walau dengan moderat.
Gubernur RBA, Philip Lowe, pun mengemukakan komentar dovish, beberapa saat sebelum launching data GDP Australia. Menurut dia, sulit sekali untuk meningkatkan suku bunga dalam tahun ini sebab data-data ekonomi belumlah tunjukkan trend positif.
Walau begitu, dia mengatakan juga jika perlambatan bidang perumahan Australia dalam beberapa waktu akhir-akhir ini takkan berefek luas. Dalam pemungutan ketetapan, harga perumahan relatif kurang lebih terpenting dibanding beberapa variabel lainnya yang merubah penghasilan rumah tangga, seperti upah karyawan.
Naik-turunnya harga perumahan serta turnover di pasar property itu berefek, tapi mereka bukan permasalahan pentingnya, kata Lowe.






