Pasangan AUD/USD sudah sempat mencapai rekor paling tinggi harian 0.7038 dalam perdagangan ini hari 18/7, sesudah launching data ketenagakerjaan Australia pada session Asia.
Signal positif dari laporan ketenagakerjaan kurangi pertaruhan tentang pemotongan suku bunga oleh bank sentra Australia Reserve Bank of Australia/RBA, tapi alotnya negosiasi AS dengan China masih memberatkan outlook ekonomi lokasi.
Australian Bureau of Statistics ABS memberikan laporan jika perekonomian cuma membuat 500 pekerjaan baru pada bulan Juni, walau sebenarnya awalnya diestimasikan akan cetak 9,100 pekerjaan.
Meskipun begitu, berlangsung perubahan ketenagakerjaan dari part-time jadi full-time. Jumlahnya pekerjaan part-time menyusut 20,600, sedang full-time bertambah 21,600.
Ini lebih memberi dukungan perolehan sasaran kenaikan upah serta inflasi yang diharapkan oleh RBA. Ditambah lagi, tingkat pengangguran bertahan di level 5.2 %.
Tekanan upah ialah suatu yang diharapkan oleh RBA, sebab inflasi cukup dibawah sasaran sepanjang paruh pertama tahun ini. Diluar itu, RBA sudah memotong suku bunga acuannya sekitar 2 kali berturut-turut, pada Mei serta Juni.
Karena itu, mereka dapat menarik napas serta memonitor perubahan selanjutnya di pasar tenaga kerja serta perselisihan dagang untuk sesaat ini, walau laporan bulan Juni seharusnya dapat lebih baik, kata Antje Praefcke dari Commerzbank.
Di lain sisi, Kim Mundy dari Commonwealth Bank of Australia CBA memberi komentar, Secara keseluruhnya, data tidak memberi fakta yang tingkatkan probabilitas pemotongan suku bunga Agustus.
Demikian juga, tidak ada tanda-tanda jika RBA tidak akan memotong suku bunga di akhir tahun. CBA Economics terus mengekspektasikan RBA akan memotong 25 basis point pada bulan November.
Di luar negeri, perundingan dagang AS-China nampaknya kembali macet. Pada arena G20 lalu, Presiden AS Donald Trump serta Presiden China Xi Jinping sudah menyetujui beberapa point penting untuk kembali pada meja negosiasi.
Tetapi, sampai sekarang ini belumlah ada satu juga loyalitas kedua pihak yang terwujud. AS belum meniadakan nama Huawei dari daftar blacklist yang diperkarakan oleh China.
Ini kembali memercikkan kecemasan di pikiran beberapa trader serta investor, sekaligus juga batasi kesempatan reli Aussie jadi mata uang proxy China di pasar keuangan global.






