Selesai launching outlook kebijaksanaan RBA, Dolar Australia menjaga penguatan tipis, sebab mengantisipasi pasar yang tengah menantikan hasil negosiasi perdagangan AS-China malam nanti.
Waktu berita dicatat pada awal session Eropa hari Jumat 10/5, AUD/USD mencatat kenaikan harian seputar 0.15 % ke rata-rata 0.6998, sedang AUD/NZD condong konstan dekat rata-rata 1.0600.
Publikasi outlook kebijaksanaan bank sentra Australia Reserve Bank of Australia/RBA hari disikapi tenang oleh Aussie. Walau sebenarnya, outlook kebijaksanaan moneter paling baru dari RBA mengiaskan pandangan yang lebih dovish serta memberikan indikasi penambahan probabilitas pemangkasan suku bunga dalam tempo dekat.
Dalam rilisannya, RBA memotong prediksi perkembangan ekonomi serta inflasi. Pergerakan GDP sampai Juni 2019 direncanakan cuma tumbuh 1.75 %, turun dari perkiraan awalnya yang sebesar 2.50 %. Inflasi customer diekspektasikan cuma naik 2 %, bukanlah 2.25 %.
Lemahnya bidang perumahan serta berbelanja customer ditunjuk jadi beberapa permasalahan ekonomi domestik penting. Selain itu, intimidasi perselisihan dagang disadari masih jadi resiko yang cukuplah substansial buat perekonomian global.
Kami memperjelas kembali prediksi basic kami, yakni RBA menginformasikan pemangkasan 25 basis pon pada bulan Agustus serta November, hingga suku bunga jadi 1 %, tutur Annette Beacher dari TD Securities.
Dia memberikan tambahan, RBA akan memonitor up-date bulanan tingkat pengangguran, tapi pada step mempersiapkan pemangkasan pada bulan Agustus.
Meskipun begitu, bila pasar tenaga kerja turun secara cepat, karena itu pemangkasan suku bunga bertama dapat dimajukan ke bulan Juli.
Dalam periode pendek, bias dovish RBA itu condong dikesampingkan oleh aktor pasar, hingga hampir tidak merubah Dolar Australia.
Masalahnya konsentrasi investor serta trader masih terpusat pada perundingan dagang AS-China yang sudah berjalan semenjak hari Kamis di Washington serta direncanakan selesai hari.
Presiden AS Donald Trump sudah menginformasikan akan menetapkan kenaikan bea import atas beberapa produk China mulai malam nanti, tapi tempo hari dia memberikan indikasi peluang untuk mengubah ketetapan itu sesudah terlibat perbincangan dengan Presiden China Xi Jinping lewat telephone.
Ketetapan akhir Trump untuk menetapkan atau tunda kenaikan bea import itu bisa merubah gerakan Dolar Australia jadi mata uang proxy China.






