Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Tergelincir Akibat Laporan CPI

Dolar AS Tergelincir Akibat Laporan CPI

904
0

DXY turun lebih dari 0.2 % ke rata-rata 97.20 pada session New York hari Jumat  10/5, sesudah launching data CPI bulan April 2019 meleset dari harapan.

 

Dolar AS terpantau melemah vs sebagian besar mata uang mayor. Tempat EUR/USD naik 0.3 % ke rata-rata 1.1244, USD/JPY masih tertekan pada rata-rata paling rendah tiga bulan, sedang GBP/USD naik 0.2 % ke rata-rata 1.3035 karena laporan GDP Inggris kuartal I/2019 yang sesuai perkiraan awal.

 

US Bureau of Labor Statistics BLS memberikan laporan jika pergerakan CPI cuma bertambah 0.3 % Month-over-Month pada bulan April 2019, walau sebenarnya awalnya direncanakan akan naik 0.4 %.

 

CPI cuma naik 0.1 % Month-over-Month, bukanlah cetak kenaikan 0.2 % seperti diinginkan oleh aktor pasar. Harga bahan bakar alami kenaikan tapi tidak berhasil menyeimbangi penurunan harga barang grup makanan, baju, kendaraan bermotor sisa gunakan, dan bermacam barang mengkonsumsi lain.

 

Untungnya, pergerakan inflasi customer tahunan masih bertumbuh dari 1.9 % jadi 2.0 % Year-on-Year, walau tidak berhasil penuhi harapan perkembangan 2.1 %.

 

Pada akhir minggu lalu, bank sentra AS Federal Reserve akan memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga dengan asumsi jika angka inflasi yang lemah sepanjang sekian waktu terakhir itu cuma sesaat saja.

 

Ketetapan itu menggerakkan aktor pasar membuat revisi harapan pemangkasan suku bunga Fed tahun , tapi sebetulnya banyak pihak yang menyangsikan peringatan Fed.

 

Laporan CPI kesempatan  dan data PPI yang launching di hari Kamis solid tunjukkan lemahnya desakan harga di negeri Paman Sam, hingga memverifikasi kebimbangan itu.

 

Tetapi, pemungutan ketetapan Fed umumnya memakai rujukan inflasi yang berlainan, yakni Core PCE Index. Dengan begitu, data CPI peluang belum merubah arah kebijaksanaan Fed.

 

Selain itu, aktor pasar masih memonitor perundingan perdagangan antara Amerika Serikat serta China yang masih berjalan di Washington sampai malam hari.

 

Awalnya, Presiden AS Donald Trump sudah menginformasikan kenaikan tarif import buat USD200 Miliar produk China dari 10 % jadi 25 %, tapi buka peluang penundaan aplikasinya bila negosiasi  membuahkan satu persetujuan yang dipandang baik. Dari hasil perundingan itu peluang akan berefek besar pada Dolar serta beberapa mata uang lain.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses