Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Tertekan Pada Sesi Penutupan Minggu Kemarin

Dolar AS Tertekan Pada Sesi Penutupan Minggu Kemarin

661
0
Petugas memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari Selasa 4 September 2018. SP/Joanito De Saojoao.

Dolar AS menurun di hari Jumat 15/2 sesudah Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly merekomendasikan bank sentra AS tunda kenaikan suku bunga acuannya pada tahun 2019, menguatkan hasrat resiko risk appetite di pasar mata uang.

 

Federal Reserve mungkin tak perlu meningkatkan suku bunga tahun ini, mengingat perlambatan perkembangan ekonomi serta inflasi yang teredam, Daly menjelaskan pada Wall Street Journal dalam satu interviu yang diedarkan di hari Jumat.

 

Jika ekonomi berkembang seperti yang saya jelaskan, saya prediksikan – perkembangan 2 %, inflasi 1,9 %, tidak ada sensasi jika desakan harga naik, tidak logis jika kita mempunyai akselerasi – jadi saya fikir masalah kenaikan suku bunga tidak ada tahun ini, demikian koran itu mencuplik Daly.

 

Data MetaTrader tunjukkan, indeks dolar AS, yang mengukur kemampuan mata uang AS pada enam lawannya, selesai seputar 0,139 % lebih rendah di 96,691, sesudah melakukan satu minggu perdagangan yang dihiasi beberapa data yang lemah, termasuk juga penjualan ritel AS yang suram.

 

Richard Franulovich, pakar taktik mata uang senior di Westpac Banking Corp., memiliki pendapat jika semuanya tampak seperti suara resiko positif risk on di pasar sebab komentar dovish dari Daly yang lebih jauh dari apakah yang disebutkan oleh petinggi The Fed yang lain dan itu yang sudah mengakibatkan kerusakan dolar AS serta menggerakkan euro.

 

Penurunan dolar AS jadi pendongkrak nilai ganti euro dari posisi paling rendah tiga bulan awal mulanya, meniadakan semua kerugian awal mulanya, sampai selesai 0,04 % lebih kuat pada dolar AS di $1,1300.

 

Franulovich memberikan, dolar AS sudah sempat kuat serta mata uang zone euro menyentuh tempat paling rendah tiga bulan, tetapi semuanya telah berlalu.

 

Euro sudah sempat jatuh pada Jumat di session Amerika Utara sesudah Benoit Coeure, anggota dewan eksekutif European Central Bank ECB, menjelaskan jika putaran baru utang murah multi-tahun ke perbankan bisa saja.

 

Coeure memberikan jika pelambatan ekonomi zone euro belakangan ini lebih jelas dari yang diprediksikan awal mulanya, tunjukkan jalan inflasi pun semakin lebih dangkal.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses