Dalam perdagangan hari ini dolar AS tertekan terhadap mata uang pesaingnya, memasuki sesi Asia serta Eropa Senin ini 17 September, bersamaan menguatnya sentimen negatif karena penolakanDonald Trump untuk berdamai dengan pihak Tiongkok dalam masalah perseteruan perdagangan pada ke-2 negara.
Mendekati akhir session Eropa, Indeks Dolar AS DXY terpantau menurun 0.25 % ke 94.73. Pasangan EUR/USD bergerak naik 0.33 % ke 1.1660, GBP/USD bergerak naik 0.22 % ke 1.3097, pasangan AUD/USD bergerak naik 0.33 % ke 0.7174, Sedangkan untuk NZD/USD bergerak naik 0.38 % ke 0.6569.
Di lain sisi, USD/CHF turun 0.26 % ke 0.9646, pasangan USD/CAD yang harus mengalami pelemahan sebesar 0.12 % ke 1.3024, pasangan USD/JPY condong defensif di posisi 112.00.
Tidak ada data ekonomi terpenting yang akan launching dari Amerika Serikat selama awal minggu ini, hingga aktor pasar fokus pada perubahan setelah itu dalam perseteruan dagang pada AS serta Tiongkok. Walau sebenarnya, isu tentang rumor ini tidak enak.
Minggu kemarin, MENKEU AS Steve Mnuchin sudah sempat membawa Beijing untuk kembali berdialog. Akan tetapi, selang beberapa saat Presiden Trump mengutarakan pengakuan kontroversial yang menggugurkan dapat dipercaya Mnuchin lewat Twitter.
Kita tidak dalam desakan untuk bikin persetujuan dengan Tiongkok. Merekalah yang tertekan untuk bikin persetujuan dengan kita. Pasar kita melejit, mereka kolaps. Kita akan segera membawa pulang miliaran Dolar bea import serta menghasilkan beberapa barang didalam negeri.
Di hari Sabtu, seseorang petinggi senior yang menyatakan pada Reuters jika Donald Trump masi berpeluang akan menginformasikan tarif import baru atas beberapa barang dari Tiongkok sejumlah USD200 Miliar.
Pemeriksaan selanjutnya oleh Wall Street Journal membuahkan terali jika tarif yang baru peluang akan diputuskan sebesar 10 %, bukan 25 % seperti yang di kuatirkan pasar.
Akan tetapi, walau tarif yang baru lebih rendah dibanding proyeksi, tapi WSJ memberikan laporan juga jika Tiongkok akan menampik menghadiri perundingan dagang minggu kedepan.
Waktu lalu, nilai ganti Dolar AS sudah sempat muncul sebab harapan pasar jika AS tidak rugi besar di dalam eskalasi perseteruan perdagangan.
Akan tetapi, kepercayaan itu mulai pupus dalam sekian waktu terakhir serta reli Dolar AS pada beberapa mata uang yang lain mulai berhenti. Salah satunya penyebabnya, daya tarik Dolar AS menjadi safe haven mulai sirna, digantikan mata uang safe haven classic Yen Jepang serta Franc Swiss.






