DXY dalam perdagangan dari ini mengalami penurunan sebesar 0.4 % dan tidak bisa kemmbali angka 93.00, posisi pang rendah dalam 1 bulan terkahir.
Pelaku pasar semakin percaya paket stimulus tambahan akan ditetapkan sebelum PILPRES AS yang akan berlangsung bulan depan, hingga menggerakkan pemasaran asset safe haven seperti dolar AS.
Perbaikan Ekonomi China yang lumayan kuat berperan untuk menggerakkan ketertarikan pasar ke beberapa aset beresiko semakin tinggi terhadap mata uang dari negara berkembang serta ekuitas.
Donald Trump mengatakan siap terima proposal stimulus tambahan berharga besar meskipun mendapatkan perlawanan dari partai Republik sebagai pangkal pendukungnya sendiri.
Sikap Donald Trump menggerakkan yield obligasi US10 Year Treasury melesat ke rekor paling tinggi 4 bulan, sebab aktor pasar memperhitungkan kenaikan hutang pemerintahan nantinya.
DXY mengalami penurunan mencapai posisi paling rendah dari sejak September. Masih ada kebimbangan apa Senat AS yang didominasi Republikan siap loloskan proposal, hingga status Greenback tertahan.
Kepercayaan pada stimulus AS masih berlanjut, tegas Sook Mei Leong. Tetapi euro/dolar masih riskan pada arus peningkatan kasus COVID-19 serta pembatasan kegiatan ekonomi dari penerapan kembali lagi lockdown di benua Eropa.
Seluruhnya mata fokus apakah legislasi stimulus AS akan disepakati, tutur Kim Mundy. Tiada dorongan pajak AS yang lebih agresif, perbaikan ekonomi AS ada dalam efek serta dolar riskan mengalami penguatan dalam periode pendek.
Berbeda dengan perbaikan ekonomi China justru telah diawali dengan cukup kuat. Ini menggerakkan reli ekuitas Asia hari ini, meningkatnya kurs mata uang negara berkembang dalam 2 minggu susul lelang obligasi pemerintahan yang berhasil di hari Selasa.
China sebagai penggerak ekonomi paling kuat sekarang ini, dibandingkan Eropa serta AS tegas Sim Moh Siong.






