Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Sedikit Melemah, Sementara Investor Menunggu Kebijakan ECB

Dolar AS Sedikit Melemah, Sementara Investor Menunggu Kebijakan ECB

502
0
Kasir menghitung mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di Bank BNI, Jakarta, Selasa (24/2). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hingga kini masih cenderung melemah. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) 24-02-2015 *** Local Caption *** Kasir menghitung mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di Bank BNI, Jakarta, Selasa (24/2). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan dan mendekati kisaran Rp 13.000 per dolar AS. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah melemah Rp 12.866 per dolar AS dibandingkan sehari sebelumnya Rp 12.813. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) 24-02-2015

Mata uang dolar AS melemah pada hari ini, Kamis (09/06/2022) pagi waktu Asia. Indeks dolar AS yang mengukur mata uang negeri pamansam terhadap sejumlah mata uang lainnya mengalami penurunan tipis sebesar 0,09 persen pada nilai 102,45 pukul 11.29 WIB.

Pasangan USD/JPY turun 0,12 persen menjadi 134,09, mata uang negeri Sakura kembali bangkit dari level terendah selama 20 tahun terakhir yaitu pada sesi sebelumnya Yen melemah terhadap USD hingga menyentuh area 134.47 dolar per yen kemarin.

Yen kembali menarik perhatian investor meskipun Bank of Japan (BoJ) tetap mempertahankan kebijakan stimulus, BoJ tetap tidak menaikkan suku bunga acuan disaat banyak negara menaikkan suku bunga dalam rangka menekan inflasi.

Sementara itu, perhatian investor tengah mengarah ke Eropa. Para investor menanti kebijakan European Central bank (ECB) yang akan mengumumkan kebijakan moneternya hari ini.

ECB diperkirakan akan mengambil sikap agresif dengan menaikkan suku bunga mulai bulan depan. Para pelaku pasar memperkirakan ECB akan sudah akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis point hingga September mendatang.

“condong ke pergerakan suku bunga yang lebih optimis di masa depan, itu akan memberikan dorongan untuk euro-dolar,” kata ahli Strategi Mata Uang Commonwealth Bank of Australia (OTC:CMWAY) Carol Kong kepada Reuters.

“Saya tidak berpikir kenaikan suku bunga hari ini sangat mungkin, karena ECB telah berbicara banyak mengenai urutannya dan mengatakan akan menghentikan pembelian aset sebelum menaikkan suku bunga tetapi mengingat tingkat inflasi berada pada level rekor tertinggi dan alasan ekonomi untuk kenaikan suku bunga ada di sana, saya tidak akan sepenuhnya mengesampingkannya,” tambah Kong.

 

Pasangan AUD/USD turun tipis 0,13% ke 0,7183 dan NZD/USD naik tipis 0,08% menjadi 0,6452.

Pasangan USD/CNY turun 0,10% di 6,6768, sedangkan GBP/USD turun tipis 0,04% ke 1,2535.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses