Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Reli Bersamaan Launching Laporan Existing Home Sales

Dolar AS Reli Bersamaan Launching Laporan Existing Home Sales

826
0
An employee of the Korea Exchange Bank counts one hundred dollar notes at the bank's headquarters in Seoul November 2, 2009. REUTERS/Choi Bu-Seok

DXY condong berjalan bullish dalam perdagangan hari Jumat ini 22/3. Walau sudah sempat loyo pada session Eropa, tapi DXY terakselerasi pada awal session New York serta kembali menajam sesudah launching data Existing Home Sales.

 

Waktu berita ini ditulis, DXY sudah mencatat kenaikan harian lebih dari 0.3 % pada angka 96.69, sedang EUR/USD telah anjlok hampir 0.8 % pada angka 1.1286.

 

US National Association of Realtors memberikan laporan jika Existing Home Sales alami kenaikan sebesar 11.8 % Month-over-Month dalam bulan Februari 2019.

 

Perkembangan itu dengan efisien meniadakan penurunan 1.4 % yang dihadapi pada bulan Januari, dan tambah tinggi dibanding harapan awal yang cuma dibanderol pada 2.2 %.

 

Dengan nominal, jumlahnya Existing Home Sales bertambah dari 4.93 juta unit jadi 5.51 juta unit dalam periode yang sama, hingga sampai keseluruhan paling besar semenjak bulan April 2018.

 

Lepas dari itu, beberapa data ekonomi lainnya tunjukkan deskripsi keadaan yang lebih beraneka ragam. Indeks PMI Manufaktur preliminer vs Markit alami penurunan dari 53.0 jadi 52.5, walau sebenarnya awalannya diprediksikan akan bertambah sampai 53.5.

 

Data PMI Layanan pun roboh dari 56.0 jadi 54.8 dalam bulan Maret. Laporan yang lain tentang inventori pergudangan Wholesale Inventories membuka bukti jika jumlahnya persediaan barang tumbuh sangat tinggi, yaitu 1.2 % Month-over-Month pada bulan Januari.

 

Efek data-data ekonomi ini diduga akan condong hanya terbatas, sebab bias bullish atas Dolar AS sekarang ini terpenting dipacu oleh buruknya keadaan ekonomi beberapa negara mayor lainnya. Inggris masih tetap bergumul dengan ketidakpastian gagasan brexit.

 

Uni Eropa melawan intimidasi krisis, sebab kegiatan pabrikan akhir-akhir ini telah terbenam dalam ruang kontraksi. Di lain sisi, beberapa negara berbasiskan export seperti Kanada, Australia, serta New Zealand masih tetap dikungkung oleh imbas perseteruan perdagangan pada Amerika Serikat serta China.

 

Sesudah Presiden AS Donald Trump mengemukakan kemauannya untuk menjaga bea import tinggi atas beberapa produk China tempo hari, dua ronde negosiasi perdagangan AS-China kembali diumumkan di hari ini.

 

Delegasi AS yang di pimpin oleh Menteri Keuangan Steven Mnuchin serta Perwakilan Dagang Robert Lighthizer akan bertandang ke Beijing pada tanggal 28-29 Maret yang akan datang. Setelah itu, Wakil Perdana Menteri Liu He diskedulkan bertolak ke Washington pada awal April.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses