Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Naik Setelah Laporan NFP

Dolar AS Naik Setelah Laporan NFP

678
0

DXY sudah sempat melompat sampai sampai posisi paling tinggi pada 98.10 saat launching data Nonfarm Payrolls NFP periode April 2019.

 

Tetapi, pergerakannya langsung anjlok saat itu juga, sesudah aktor pasar melihat pergerakan perkembangan upah yang menyedihkan dalam paket laporan ketenagakerjaan yang sama.

 

Waktu berita dicatat, seputar satu jam sesudah publikasi data NFP, DXY sudah turun ke  97.85, sesaat Euro serta Yen sukses mengungguli Greenback.

 

US Bureau of Labor Statistics BLS memberikan laporan jika Nonfarm Payrolls bertambah dari 189k jadi 263k dalam bulan April 2019, jauh melebihi harapan awal yang dibanderol pada 181k. Tingkat pengangguran alami penurunan dari 3.8 % jadi 3.6 % saja, walau awalnya direncanakan akan statis dalam periode yang sama.

 

Sekilas, laporan ketenagakerjaan AS kesempatan ini cemerlang. Tetapi, dua segi lain di dalamnya menumbuhkan kebimbangan pasar.

 

Pertama, penurunan tingkat pengangguran diduga terkait dengan melorotnya tingkat keterlibatan angkatan kerja dari 63.0 % jadi 62.8 %. Ke-2, pergerakan perkembangan penghasilan  per-jam cuma naik 0.2 % Month-over-Month, bukanlah naik 0.3 % seperti diinginkan oleh beberapa ahli.

 

Loyonya perkembangan upah itu membuat pergerakan kenaikan upah tahunan macet di tingkat 3.2 % saja, walau sebenarnya awalnya diinginkan naik jadi 3.3 %. Ini menghidupkan kembali kecemasan pasar tentang perlambatan inflasi di Amerika Serikat.

 

Seperti didapati, kecemasan tentang pergerakan inflasi Amerika Serikat mulai mengemuka sesudah launching data GDP minggu kemarin. Dalam laporan itu, perkembangan ekonomi terlihat kompak, tapi berbelanja customer serta kenaikan Personal Consumption Expenditure PCE malah meleset dari harapan.

 

Walau sebenarnya, indeks Core PCE dipakai oleh Federal Reserve jadi rujukan inflasi penting waktu memastikan suku bunga referensi AS.

 

Dalam pertemuan pers-nya dua hari kemarin, pimpinan Federal Reserve, Jerome Powell, menjelaskan jika beberapa faktor yang perlambat inflasi AS sekarang ini cuma temporer saja, hingga bank sentra tidak rasakan butuh untuk memotong suku bunga.

 

Namun, data perkembangan upah terbaru jelas menghalau opini Powell itu. Searah dengan itu, investor serta trader mulai lakukan penghitungan lagi tentang probabilitas pertukaran suku bunga AS dalam tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses