Dolar AS menurun serta kehilangan momentum pada beberapa mata uang mayor sesudah riilisnya notulen FOMC Mei 2018 Kamis 24Mei awal hari tadi.
Beberapa analis serta aktor pasar menilainya kalau notulen itu menunjukkan sentimen dovish. Diluar itu, keluar berita paling baru kalau Presiden AS Donald Trump tengah memajukan aplikasi bea import baru, kesempatan ini untuk import mobil.
USDJPY menurun ke harga 109. 484, meninggalkan posisi tertinggi di harga 110. 331 yang terjadi sebelumnya rilisnya notulen FOMC. Sedang USDCAD menurun ke angka 1. 2838, dari mulanya di angka 1. 2899. AUDUSD bergerak naik ke posisi 0. 7570, dari 0. 7539.
Hanya satu pasangan mata uang mayor yang masih tetap tunjukkan kemenangan Dolar AS yaitu EURUSD. Pair itu diperjualbelikan dari 1. 1756 ke 1. 1708. Pemicunya yaitu berkurangnya ekonomi Zone Euro, diliat dari Indeks PMI Paduan yang dilaunching kemarin sore.
Notulen FOMC untuk rapat yang sudah di gelar pada tanggal 1-2 Mei kemarin itu memanglah tunjukkan kepercayaan beberapa pembuat kebijakan untuk menambah suku bunga Fed Hike kurun waktu dekat, seperti yang diinginkan oleh pasar.
Walau demikian, beberapa anggota FOMC juga mengungkap kalau mereka menoleransi kenaikan inflasi, walau juga akan sedikit lebih tinggi dari pada sasaran. Toleransi berikut yang diasumsi pasar jadi tanda dovish, hingga melemahkan Dolar AS.
Notulen tunjukkan kalau The Fed tidak tergesa-gesa untuk menambah suku bunga. Pasar saham AS nampaknya juga akan suka ketahui mereka The Fed tidak sangat hawkish, ” kata Ayako Sera, ekonom pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank.
Penurunan Dolar AS semakin kencang karena ditambah dengan tindakan Trump yang kembali menyulut barah perang dagang. Presiden AS itu tengah berencana aplikasi tarif import baru, kesempatan ini di bidang otomotif terutama mobil.
Gagasan itu diserahkan sekian hari sesudah Washington serta Beijing setuju untuk menangguhkan gagasan aplikasi bea import beberapa barang China sejumlah $150 miliar.






