Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Mendesak Saat Pengumuman Tarif Baru Trump

Dolar AS Mendesak Saat Pengumuman Tarif Baru Trump

728
0

Pada perdagangan Asia Pasifik, dolar AS bergerak menguat akibat kebijakan pengumuman tarif baru yang akan ditujukan ke China.

 

Dalam perdagangan sebelumnya, kondisi doalr AS mengalami tekanannya dari mata uang pesaingnya, hingga hal seperti ini menyebabkan pasangan EURUSD memasuki sesi penutupan bergerak menguat di 1,1684.

 

Sedangkan dari GBPUSD memasuki sesi penutupan menguat di 1,3155, pasangan AUDUSD sesi penutupan bergerak menguat di 0,7177 serta pasangan USDJPY sesi penutupan bergerak melemah di 111,84.

 

Sedangkan dalam perdagangan sesi pagi ini, pasangan EURUSD bergerak di 1,1680, pasangan GBPUSD bergerak di posisi 1,3147, pasangan AUDUSD di 0,7169 serta yen di 111,85.

 

Dalam perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS kurang baik dengan didukung beberapa aktor pasar masih tetap melanjutkan aksi melepas koleksi pada dolar AS yang muncul sesudah data tenaga kerja AS lebih baik di minggu kemarin.

 

Meski support utama pada kenaikan suku bunga the Fed masih tetap kuat. Usaha surat Steven Mnuchin, Menteri keuangan AS yang mempunyai tujuan supaya China terlepas dari perang tarif yang akan dikerjakan Donald Trump dalam jangka waktu dekat.

 

Kondisi tersebut tidak membawa hasil dimana Donald Trump pada akhirnya masih akan memberi tarif baru buat produk China.

 

Usaha Donald Trump menekan China supaya lebih adil untuk melakukan transaksi perdagangannya Donald Trump dengan tarif baru sebesar $200 milyar dari produk asal China hingga tekanan perang dagang kembali bertambah.

 

Awal mulanya pasar ingin supaya permasalahan Donald Trump ini dapat dituntaskan di meja perundingan, akan tetapi sayang ketetapan Donald Trump telah jatuh sebab Beijing tidak ingin tunduk serta bernegosiasi.

 

Komentar Donald Trump serta Powell awal mulanya sudah mengubah trend yang buruk buat dolar AS dimana the Fed diinginkan pikirkan kenaikan suku bunganya.

 

Akan tetapi aspek hasil data ekonomi AS yang lebih baik sudah menjadi bukti jika memang data tidak dapat ditaklukkan secara verbal intervensi hingga makin lama dolar AS yang mampu menguat.

 

Faktor tersebut dari perundingan NAFTA atau konflik dagang, begitu mensupport usaha greenback untuk menguat lagi pada hari ini, mengingat usaha dunia dalam hindari perang dagang akan tidak berhasil hingga aksi safe haven dari dolar AS kembali menguat mendekati AS rilis tarif baru pada China.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses