Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Melemah Karena Saham Bergerak Menguat

Dolar AS Melemah Karena Saham Bergerak Menguat

626
0

Mata uang Dolar AS menurun hari Selasa karena pasar ekuitas global tunjukkan sebagian sinyal kestabilan sesudah bergerak turun beberapa waktu terakhir, menghidupkan lagi risk appetite yang sudah menyebabkan taruhan melawan mata uang AS terhadap prospek keuntungan tingkat bunga yang menyempit.

 

Tetapi, banyak aktor pasar tidak percaya dolar AS selalu turun, dengan imbal hasil obligasi dari pemerintah AS yang masih stagnan di level yang tinggi mendekati data harga customer AS pada hari Rabu yang dapat menghidupkan kembali kecemasan pada inflasi.

 

” Saya fikir pasar juga akan terus berguncang hingga kesaksian Powell di Kongres tanggal 28 Februari. Pasar juga akan berusaha untuk mengujinya hingga mereka mendengar pemikirannya, ” tegas  seseorang pedagang di bank AS.

 

Sedangkan indeks Dolar AS siang hari ini ada di 89, 94, menurun 0, 29 % menjauh dari level tertingginya setengah bulan pada bulan Januari di 90, 57.

 

Euro diperjualbelikan pada $1, 2317, berbalik dari level paling rendah minggu yang lalu di $1, 2206, walau masih tetap lebih dari dua sen dibawah level teratas 3 tahun di $1, 2538 yang berlangsung pada 25 Januari.

 

Beli euro yaitu satu diantara perdagangan popular pada awal tahun ini dengan pandangan kalau Bank Sentral Eropa (ECB) juga akan kurangi stimulusnya pada akhir tahun ini di dukung oleh pemulihan yang kuat pada ekonomi zone euro.

 

Walau banyak aktor pasar terus bullish pada euro dalam periode panjang, mata uang itu tidak mempunyai katalis fresh untuk keuntungan selanjutnya di dalam turbulensi dari ketidakpastian mendekati penentuan umum Italia untuk awal bulan Maret.

 

Di Jerman, Kanselir Angela Merkel serta pemimpin Partai Sosial Demokrat (SPD) hadapi kritik dari berbagai pihak mereka sendiri tentang perjanjian koalisi baru yang masih tetap mesti di setujui dari anggota SPD yang tidak senang.

 

Selisih atau jarak pembalikan resiko pada options euro/dolar sudah melebar serta memihak euro, berikan kesan beberapa investor lebih waspada tentang peluang berlanjut turunnya mata uang tunggal itu.

 

Pound sterling naik tidak tebal ke $1, 3850 dari titik paling rendah hari Jumat di $1, 3764. Walau ketidakpastian terus berada di sekitar Brexit, pound sudah disangga oleh harapan yang bertambah kalau Bank of England (BoE) juga akan menambah suku bunganya untuk mengatur inflasi yang telah lebih dari sasaran.

 

Menguatnya risk appetite juga selalu menyangga yen, dengan dolar AS siang hari ini berpindah tangan di 108, 04 yen.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses