Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Masih Dalam Kondisi Belum Aman

Dolar AS Masih Dalam Kondisi Belum Aman

760
0

Dolar AS memulai minggu ini dengan defensif, intinya sesudah data-data ekonomi AS minggu kemarin tak bisa memenuhi ekspektasi. Selain itu eksperimen misil dari Korea Utara (Korut) juga terus memperkuat Yen sebagai mata uang safe-haven.

Indeks Dolar, yang mengukur kemampuan Dolar AS pada mata uang mayor, sedang mengalami penurunan pada sesi perdagangan hari Senin 15/Mei pagi ini, yaitu berada di level 99.226 DXY.USD/JPY harus tergelincir ke level 0.1% serta diperdagangkan berada di kisaran 113.28 yen. Sedangkan EUR/USD bergerak menurun 0.1% ke level 1.0924.

Hebohnya Misil Korut

Untuk hari ini Korea Utara menjelaskan jika mereka berhasil dalam ujicoba pengembangan misil paling baru untuk rentang periode menengah sampai periode panjang pada hari Minggu kemarin.kegiatan dalam ujicoba tersebut itu, dikabarkan dari Kantor Berita Korea Utara (KCNA), dengan diawasi langsung dari Presiden Korut, Kim Jong Un. yang bertujuan untuk mengklarifikasi seberapa jauh dari kemampuan Korea Utara pada saat memghadapi perang nuklir yang mana tidak bisa diprediksikan kapan terhadinya.

Korut telah menembakkan misil balistik yang mendarat di laut yang jaraknya dekat Rusia hari Minggu kemarin. meskipun dalam beberapa sebelumnya Presiden Korea Selatan yang belum lama dilantik mengatakan bakal mengajak Korut untk berkompromi serta bakal selalu melibatkan Pyongyang pada dialog internasional.

Imaizumi mengatakan kalau berita tentang eksperimen misil Korut selama akhir minggu lalu benar-benar mengangkat Yen Jepang namun tidak banyak. ” Keseluruhannya, kami lihat perdagangan Dolar AS ada dalam keadaan yang ‘ranging’ dalam sebagian minggu paling akhir. Beberapa investor konsentrasi di  pertemuan FOMC bulan depan. ”

Laporan Ekonomi AS Di Bawah Ekspektasi

Disamping itu di Amerika Serikat, laporan Penjualan Ritel untuk bulan April tunjukkan kenaikan yang cuma 0.4%, lebih kecil dari pada ekspektasi. “Untuk data itu (penjualan ritel) benar-benar lebih lemah dari pada ekspektasi, namun belum cukup untuk menghimpit Dolar AS kurun waktu lama, ” kata Mitsuo Imaizumi, Kepala Forex oleh Daiwa Securities yang diwawancarai oleh Reuters.

Federal Reserve diprediksikan bakal menambah suku bunganya dalam pertemuan untuk bulan depan. Tahun ini, bank sentral AS itu dinilai masih tetap mempunyai kesempatan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses