Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Kuat Mendekati Launching Notula Rapat FOMC

Dolar AS Kuat Mendekati Launching Notula Rapat FOMC

416
0

Index dolar AS kembali meraih waktu 92.50-an dalam perdagangan hari Selasa sampai Rabu pagi 7/7/2021, sesudah sempat tersuruk di awal minggu.

Aktor pasar tengah semangat menunggu launching notula pertemuan dewan peraturan bank sentra AS Federasi Open Pasar Committee/FOMC pada sesion New York malam nanti

Beberapa trader dan investor akan cari tahu pemikiran apa yang menggerakkan The Fed lebih memajukan prediksi peningkatan suku bunganya di pertemuan FOMC bulan Juni lalu, selanjutnya memperbandingkannya dengan beberapa data ekonomi AS yang di-launching sesudah rapat itu usai.

Disamping itu, pasar pasti akan menyimak kalau-kalau The Fed sampaikan prediksi mengenai kapan mereka akan mengawali tapering, alias pemotongan atas program pembelian obligasi.

Semua mengantisipasi itu menggerakkan pengokohan dolar AS di pasar forex, walau data bidang jasa AS menyebalkan dan yield obligasi US Treasury menurun. Yield obligasi US Treasury bertenor 10-tahunan sekarang ada dalam lajur ke arah reli bearish paling lama di dalam 16 bulan akhir.

Beberapa investor bersiap-sedia untuk perputaran yang kemungkinan lebih hawkish dari notula itu dan ini seharusnya sediakan beberapa ruangan peningkatan untuk dolar di sini, kata Edward Moya, seorang riset pasar senior dari OANDA.

Data dari instansi Institute of Suplai Manajemen ISM tempo hari memperlihatkan jika kegiatan industri jasa di negeri Paman Sam jatuh dari 64.0 jadi 60.1 di bulan Juni 2021. Keadaan ini terjadi kemungkinan karena kekurangan pegawai dan bahan baku.

Sub-indeks ketenagakerjaan melorot mencolok dari 55.3 jadi 49.3. Ini jadi berita jelek susulan, sesudah berita peningkatan tingkat pengangguran di akhir minggu kemarin.

Dolar AS sukses menjaga kelebihannya pada beberapa mata uang mayor hanya karena keadaan intern negara berkaitan yang tambah jelek dan ketimpangan arah peraturan bank sentra semasing.

Walau perubahan dalam ekonomi AS, sepanjang yang diperlihatkan oleh catatan statistik, tidak menggerakkan The Fed untuk meningkatkan suku bunga bisa lebih cepat, mereka masihlah jauh di muka dan jauh melebihi apa yang terjadi di beberapa negara pesaingnya, tutur Joseph Trevisani, seorang riset senior dari FXStreet.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses