DXY menggapai rekor tertinggi dari sejak Mei 2017 dalam perdagangan hari ini, lantaran Greenback dianggap menjadi aset paling kondusif di tengah semekain meluasnya wabah virus Corona.
Saat warta ditulis, DXY sudah melandai ke kisaran 99.70-an, tetapi belum jauh dari rekor tertinginya. Data-data ekonomi AS turut mendukung apresiasi nilai tukar mata uangnya.
Jepang ketika ini sudah menjadi negara yang memiliki catatan jumlah perkara virus Corona terbanyak pada luar China.
Hal ini menaikkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Jepang yang telah mengalami kontraksi parah dalam kuartal IV/2019 lalu. Akibatnya, Dolar AS menggantikan peran Yen Jepang menjadi aset safe haven pilihan pasar.
USD masih menjadi pilihan utama sebagai mata uang yang paling tinggi nilainya, DXY kemungkinan tembus 100 dalam hitungan hari, dan pada kondisi waktu ini berhasil mencapai 102 dalam kurun saat 1-3 bulan.
Walaupun hal ini tentu akan memicu komplain dari pemerintah AS. Kekhawatirna terhadap COVID-19 sudah naik dan turun.
Namun USD mempertahankan nada bullish, menggarisbawahi pentingnya dinamika pertumbuhan relatif yang bagus, istilah Richard Franulovich, pimpinan ahli tidak tik forex pada Westpac.
Amerika Serikat merupakan negara mayor yang paling jauh berdasarkan ancaman efek virus Corona, sekaligus memiliki catatan ekonomi terbaik dari padakan negara-negara berasal mata uang mayor lain.
Ini merupakan alasan utama bagi pelaku pasar untuk memilihnya. Apalagi, notulen kedap Federal Reserve yang dirilis tersebut pagi memperlihatkan komitmen teguh buat tidak mengubah suku bunga maupun kebijakan moneter lain dalam ketika dekat.
Standar hubungan antara AUD/USD dan USD/JPY sudah benar-sahih kolaps. USD/JPY lebih tinggi biasanya merupakan pergerakan risk-on yang menyeret AUD/USD bersamanya.
Sekarang, baik JPY juga AUD bersama-sama jatuh terhadap USD, dan hal ini memberikan dukungan argumen kekuatan USD yang semakin luas, istilah Stephen Gallo sesuai keterangan BMO Capital Markets.
Data indeks manufaktur yang dipublikasikan oleh Federal Resrve Philadelphia satu jam lalu, semakin mengukuhkan keunggulan Dolar AS.
Indeks Philly menampilkan kenaikan meyakinkan sesuai keterangan 17.0 sebagai 36.7 pada bulan Februari, atau 3 kali lipat lebih tinggi dari padakan estimasi yang hanya 12.0.






