Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Dihantam Rumor Politik Bersamaan Natal

Dolar AS Dihantam Rumor Politik Bersamaan Natal

741
0

Dolar AS melemah lawan sebagian besar mata uang mayor yang lain memasuki sesi awal perdagangan Eropa Rabu 26/12. Karena kombinasi kecemasan berkaitan US Government Shutdown dan ketegangan pada Gedung Putih serta Federal Reserve.

 

DXY terpantau stagnan di  96.60, pasangan EUR/USD berjalan sideways di rata-rata 1.1400, pasangan AUD/USD kuat tipis ke  0.7053, pasangan GBP/USD melemah dikit ke 1.2703, serta pasangan USD/JPY yang harus tertahan pada 110.48.

 

Minggu kemarin, Federal Reserve sebagai bank sentra AS meningkatkan suku bunga untuk ke empat kalinya dalam tahun 2018, dan mengutarakan gagasan untuk meningkatkan suku bunga sekitar 2x kembali  tahun 2019.

 

Data dari Fed itu menyebabkan Presiden AS Donald Trump untuk mengkritik secara tajam Fed Jerome Powell. Di hari Senin, Trump kirim cuitan di account Twitternya yang menuduh Fed menjadi masalah satu-satunya buat perekonomian AS.

 

Beberapa waktu awal mulanya, keluar isu jika Trump bertanya-tanya pada beberapa orang dekatnya tentang bagaimanakah cara mengeluarkan Powell satu perihal yang tidak mungkin dikerjakan sebab penunjukan serta pergantian Ketua Fed cuma bisa dikerjakan lewat Parlemen.

 

Selain itu, US Government Shutdown yang bersambung semenjak akhir minggu kemarin ikut membuat investor semakin cemas tentang outlook perkembangan AS.

 

Senat AS belumlah dapat sampai persetujuan untuk keluar dari kebuntuan masalah gagasan aturan buat pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko. Seseorang petinggi senior bahkan juga mengatakan jika shutdown dapat bersambung sampai tahun kedepan.

 

Sesaat keadaan likuiditas di pasar keuangan global hanya terbatas di dalam perbedaan makna perdagangan akhir tahun, yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahunan  turun seputar 25 basis point dalam bulan Desember ini. Aspek itu menyebabkan pelemahan Dolar AS, tidak hanya ikut memburuknya keadaan politik di Washington.

 

Termoderasinya perkembangan ekonomi AS serta ketegangan politik ialah negatif buat Dolar, serta kami mengekspektasikan pelemahan berkepanjangan, tutur Sim Moh Siong, ahli taktik .

 

Sambungnya kembali, Saya mengekspektasikan pemenang paling besar dari tindakan penghindaran resiko global ialah yen.  Dolar AS sudah turun delapan session berturut-turut lawan Yen Jepang, karena langkah beberapa investor hindari aset-aset beresiko seperti saham serta komoditas daya untuk berubah ke aset-aset Safe Haven. Pasangan USD/JPY ada pada tempat paling rendah semenjak 7 September 2018.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses