Dolar Australia alami penurunan 0.17 % ke posisi 0.7054 pada Dolar AS pada awal perdagangan sesi Eropa hari Kamis ini 27/12, sesudah dipublikasikannya data keuntungan industri China.
Dengan tidak tersangka, data keuntungan industri China itu tunjukkan kejatuhan untuk kali pertamanya semenjak Desember 2015.
Mata uang negara jiran Australia, Dolar New Zealand, ikut rontok 0.20 % ke posisi 0.6715; sesaat pasangan AUD/NZD condong tidak aktif di rata-rata 1.050.
Laporan pemerintah China tampilkan jika keuntungan industri di negeri Gorden Bambu turun 1.8 % year-on-year dalam bulan November. Dengan begitu, data meningkatkan panjang rincian beberapa data yang memberikan indikasi perlambatan ekonomi China tahun ini.
Hal tersebut bisa menggerakkan Beijing untuk tingkatkan besaran stimulus dan mengusahakan perdamaian dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat.
Di lain sisi, investor memerhatikan perubahan paling baru dalam saga perseteruan dagang AS-China. Alat memberikan laporan jika team negosiasi dagang AS akan bertolak ke Beijing pada awal bulan Januari yang akan datang untuk mengawali diskusi baru dengan beberapa petinggi China.
Untuk kali pertamanya semenjak gencatan senjata diraih oleh Presiden AS Donald Trump serta Presiden China Xi Jinping pada lembaga G20.
Dolar Australia sering bertindak menjadi proxy China di pasar finansial global, karena jalinan eratnya menjadi exportir penting bahan mentah ke negeri ekonomi paling besar ke-2 itu. Gerakan ini hari bukan kali pertamanya Dolar Australia terimbas oleh data-data dari China.
Menurut David Cottle, seseorang analis dari DailyFX, Pada grafik Daily, AUD/USD masih tetap ada dalam channel alami penurunan yang sudah mengikat perdagangan saat sejumlah besar tahun ini.
Perihal ini sesuai dengan keadaan mendasar, sebab suku bunga AS sudah bertambah cepat selama 2018, sesaat Official Kontan Rate suku bunga Australia masih pada 1.50 %, rekor terendahnya semenjak Agustus 2016.
Sambungnya kembali, Bahkan ditimbang ulangnya laju kenaikan suku bunga AS tahun kedepan, peluang takkan banyak mengangkat Dolar Australia yang tergampar.
Reserve Bank of Australia Bank sentra Australia bisa jadi akan bersikukuh jika pergantian suku bunga setelah itu naik. Akan tetapi, pasar tidak memiliki pendapat demikian. Menurut dia, pasar sekarang bahkan juga mulai memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga Australia.






