Sampai Rabu sore dolar AS masih tetap melindungi posisinya di jalur bullish sebab beberapa investor menanti pernyataan kebijakan Federal Reserve untuk mencari panduan baru tentang siklus pengetatan pada moneter AS di masa depan, sesaat dolar Selandia Baru yang terus melonjak terdorong laporan pekerjaan domestik yang semakin kuat.
Sedangkan Indeks Dolar AS, yang mengukur kemampuan greenback pada perdagangan dari enam mata uang paling utama, ada di 94,50, dibawah puncak tertinggi dalam tiga bulan yang disentuh bulan yang kemarin di 95,05.
The Fed diprediksikan akan tidak merubah suku bunga dalam akhir pertemuan kebijakan selama dua hari hari Rabu untuk Washington D. C. atau hari Kamis awal hari waktu di Indonesia.
Namun beberapa investor menanti tanda kalau The Fed juga akan meneruskan kenaikan pada suku bunga di bulan depan seperti yang diprediksikan sebelumnya dan panduan mengenai waktu kenaikan suku bunga tahun 2018.
Beberapa pedagang juga menanti dari pengumuman Donald Trump mengenai ketua bank sentral AS selanjutnya. Laporan paling baru memberikan indikasi kalau Trump peluang juga akan menunjuk sebagai Gubernur Fed Jerome Powell, yang dilihat lebih dovish dari pada calon yang lain.
Keinginan dolar AS kemarin di dukung sesudah laporan ekonomi AS yang memberikan indikasi kalau ekonomi paling besar didunia itu berhasil memperoleh momentum mendekati data ketenagakerjaan yang dipantau dengan ketat hari Jumat.
Indeks kepercayaan customer melonjak menuju level tertinggi dalam nyaris 17 tahun pada bulan yang lalu serta laporan beda tunjukkan jika perkembangan gaji berakselerasi dalam kuartal ke-3.
Dolar Selandia Baru terus menguat, dengan NZD/USD berhasil melompat ke 1, 1% menjadi $0,6922 sesudah laporan tadi pagi yang menunjukkan tunjukkan kalau tingkat pengangguran dari negara itu jatuh ke paling rendah dalam sembilan tahun ke level 4, 6%.
Kiwi sudah memperoleh tekanan dalam beberapa minggu paling akhir di dalam kekhawatiran kalau perlambatan investasi asing dibawah pemerintahan koalisi dari Partai Buruh yang juga akan segera berkuasa bisa menghalangi perkembangan serta juga akan memaksa piihak bank sentral negara itu untuk menjaga suku bunga pada rekor paling rendah lebih lama lagi.






