Dolar AS berjalan condong flat lawan mata uang mayor yang lain pada perdagangan hari Selasa ini 18/September, sesudah Presiden Donald Trump menginformasikan aplikasi tarif import baru atas beberapa produk yang dihadirkan dari Tiongkok.
Walau Greenback sukses menguat pada beberapa peristiwa pengumuman bea import awal mulanya, tapi kelihatannya kesempatan ini pasar tidak sangat optimistis.
Mendekati akhir session Eropa, indeks Dolar AS DXY konstan di rata-rata 94.50-an, tapi sudah sempat turun seputar 0.50 % pada session Asia.
Pasangan mata uang EUR/USD flat di seputar harga pembukaan 1.1680 serta AUD/USD menguat 0.30 % ke 0.7197, walau USD/CNY naik 0.17 % ke 6.8660 serta USD/JPY naik 0.22 % ke 112.08.
Di hari Senin malam, Presiden Donald Trump menginformasikan jika Amerika Serikat akan mulai mengaplikasikan tarif import sebesar 10 % pada USD200 Miliar produk Tiongkok.
Sekilas, tarif itu lebih rendah di banding bea 25 % yang diterapkan atas grup USD200 Miliar produk Tiongkok awal mulanya; akan tetapi, tarif 10 % itu diskedulkan akan naik ke 25 % juga diakhir tahun.
Diluar itu, Trump memberikan, “Apabila Tiongkok ambil langkah balasan atas petani kami atau industri kami yang lain, kami akan segera menjalankan babak tiga, yakni aplikasi tarif atas USD267 Miliar import dari Tiongkok lagi”.
Lanjutnya lagi, “Kami begitu jelas tentang pergantian seperti apakah yang butuh dibikin serta kami sudah memberi kesempatan buat Tiongkok untuk memperlakukan kami dengan lebih adil… Akan tetapi, selama ini, Tiongkok malas mengubah tindakan-tindakannya.”
Lepas dari peringatan Trump itu, Beijing mengatakan akan memperlancar tindakan balasan, walau belumlah menuturkan rinciannya. Pengakuan itu dikatakan langsung oleh Menteri Perdagangan Tiongkok.
Pendiri perusahaan ritel raksasa Alibaba, Jack Ma, ikut mengingatkan jika perseteruan perdagangan ini akan merugikan semua pihak. Menurut dia, perang dagang dapat selalu berlanjut sampai 20 tahun ke depan, bahkan juga walau Trump sudah lengser, sebab ini jadi ajang pertarungan antar beberapa negara besar.
Dari dalam negeri AS, penolakan atas kebijakan Trump juga selalu berhamburan. Information Technology Industry Council ITI yang mewakili perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi, memberinya teguran menjadi langkah yang asal-asalan serta akan merugikan komune industri AS dalam periode pendek ataupun periode panjang.
Retail Industry Leaders Association juga mengkritisinya dengan menyampaikan jika harga beberapa produk akan melejit, dari mulai matras, koper, sampai vacuum cleaner.






