Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Data Ritel AS Menguat, Dolar Tertahan

Data Ritel AS Menguat, Dolar Tertahan

579
0

Dolar melayang-layang di dekat paling tinggi dua minggu di hari Senin, sebab data penjualan ritel AS yang kuat membuat beberapa kecemasan mengenai penurunan tajam di ekonomi paling besar di dunia itu.

 

Itu memberi beberapa pertolongan untuk dolar mendekati pertemuan kebijaksanaan Federal Reserve minggu ini. Sesaat beberapa menginginkan Fed untuk turunkan suku pada tinjauan kebijaksanaan Rabu, pedagang bertaruh jika pembuat kebijaksanaan akan lakukan hal tersebut dalam beberapa waktu akan datang.

 

Indeks dolar versi sekeranjang enam mata uang penting dikit beralih pada 97,559 sesudah naik ke 97,583 di hari Jumat, paling tinggi semenjak 3 Juni.

 

Indeks sudah alami penurunan ke posisi paling rendah 2,5 bulan di 96,459 dikit lebih dari satu minggu waktu lalu sesudah laporan pekerjaan AS lemah tingkatkan prospek penurunan suku bunga Fed.

 

Harapan penurunan suku bunga pada pertemuan Fed 18-19 Juni turun dari 28,3% di hari Kamis jadi 21,7% menurut alat FedWatch CME Grup. Tetapi taruhan pelonggaran pada pertemuan Juli masih tinggi di 85%.

 

Selain data AS yang optimistis, dolar di dukung oleh kekurangan dalam mata uang yang lain, khususnya euro serta antipodean, kata Junichi Ishikawa, pakar taktik senior FX di IG Securities di Tokyo.

 

The Fed kemungkinan memotong suku bunga lambat atau cepat tapi mungkin saja rekan-rekan antipodean dan Bank Sentra Eropa, serta pandangan semacam itu membuat dolar memberikan keuntungan.

 

Dengan perkembangan yang melambat serta inflasi yang ada jauh dibawah sasarannya, ECB belakangan ini tingkatkan prospek stimulus yang semakin besar, dengan fakta jika penurunan suku bunga atau bahkan juga pembelian asset lebih mungkin dibutuhkan.

 

Bank-bank sentra Australia serta Selandia Baru hadapi kesusahan yang sama dengan ekonomi global siap-siap untuk keruntuhan dari perselisihan perdagangan AS-Tiongkok.

 

Imbal hasil obligasi Australia tergelincir ke rekor paling rendah minggu lalu sebab investor memandang pelonggaran selanjutnya oleh Reserve Bank of Australia, yang telah memotong suku bunga ke rekor paling rendah 1,25% awal bulan ini.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses