Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Data Non-farm Payroll Keren, Dolar AS Melesat

Data Non-farm Payroll Keren, Dolar AS Melesat

539
0

Index dolar AS naik sekitaran 0.6 % ke level paling tinggi pada range 92.84 dalam perdagangan sesion New York ini hari 7/8/2021.

Launching data Non-farm Payroll AS melampaui harapan, hingga levelkan keinginan untuk peningkatan suku bunga Federasi Reserve lebih cepat dibandingkan prediksi awalnya.

US Bureau of Labor Statistics BLS memberikan laporan jika Non-farm Payroll semakin bertambah 943k di bulan Juli 2021, lebih banyak dibandingkan perkiraan kesepakatan yang cuman sejumlah 870k.

Level pengangguran AS melorot berarti dari 5.9 % jadi 5.4 %, lebih bagus dibandingkan perkiraan kesepakatan yang cuman 5.7 %.

Ini sebagai surprise besar, karena beberapa riset awalnya sempat cemas kalau-kalau data aktual akan melenceng dari harapan karena imbas penebaran COVID-19 variasi Delta yang sulit diprediksikan.

Data ketenagakerjaan AS ini kali perkuat momen bullish greenback yang sudah terbetik semenjak tengah minggu. Di hari Rabu, Wakil Ketua The Fed Richard Clarida mengatakan jika persyaratan untuk peningkatan suku bunga kemungkinan tercukupi pada tahun akhir 2022.

Dengan kenaikan Non-farm Payroll dan pengurangan level pengangguran, prospect peningkatan suku bunga itu terverifikasi.

Pembaruan pasar tenaga kerja menyaratkan jika The Fed makin dekat ke arah tapering. Kami yakini jika satu ataupun lebih laporan NFP bulanan akan cukup buat menunjukkan progres signifikan lebih lanjut yang diharapkan oleh The Fed ke arah sasaran ketenagakerjaan maksimal, kata Knut A. Magnussen, ekonom senior di DNB Markets.

Pengurangan besar dalam level pengangguran AS. Mengisyaratkan pasar tenaga kerja lebih baik dan kembalinya tugas yang lenyap awalnya pada saat-saat awalnya wabah dan lockdown -red.

Keterlibatan angkatan kerja bertambah. Upah melampaui harapan. Tidak ada sesuatu hal dalam laporan ketenagakerjaan ini yang tidak memperlihatkan pada The Fed jika perkembangan pasar ketenagakerjaan terwujud. ungkapkan Viraj Patel, ahli taktik dari Vanda Research.

Dolar AS langsung membumbung susul launching data BLS. Pasangan mata uang USD/JPY naik 0.4 % ke range 110.20, EUR/USD jeblok 0.6 % ke range 1.1760, dan AUD/USD jatuh lebih dari 0.7 % ke range 0.7350-an.

Pound dan Dolar Kiwi yang mempunyai prediksi peningkatan suku bunga lebih cepat dibandingkan The Fed juga ikut roboh.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses