Trio Dolar Komoditas alami penguatan pada Dolar AS dalam perdagangan hari Senin ini 8/7. AUD/USD naik tipis 0.05 % ke rata-rata 0.6983, NZD/USD melompat 0.25 % ke posisi 0.6639, sesaat USD/CAD alami penurunan 0.10 % ke posisi 1.3066 pada awal session New York.
Tetapi, tempat mereka masih dekat posisi paling rendah minggu lalu serta terus dibayang-bayangi oleh beberapa efek geopolitik dari beberapa penjuru dunia.
Sentimen investor ini hari khususnya didukung oleh euforia saat launching data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang jauh melebihi harapan di hari Jumat.
Tetapi, beberapa laporan politik serta keuangan paling baru mensinyalkan jika kemelut geopolitik dapat merubah sentimen pasar dengan tiba-tiba dalam beberapa waktu ke depan.
Jepang menginformasikan penetapan export buat beberapa bahan semikonduktor ke Korea Selatan karena perselisihan tentang kompensasi buat buruh kerja paksa di masa Perang Dunia II.
Perselisihan ini jadi mulai sorotan sesudah Pengadilan Tinggi Korea Selatan putuskan jika Nippon Steel harus memberi kompensasi buat beberapa orang Korea Selatan atas kerja paksa itu.
Dalam keadaan normal, perselisihan bilateral semacam ini adalah berita minor. Tetapi, permasalahannya jadi besar sebab preseden perselisihan dagang AS-China yang berkelanjutan.
Belakangan ini, ekonom terkenal Nouriel Roubini memeringatkan jika masalah selanjutnya pada jalan supply tehnologi global dapat menjatuhkan dunia ke krisis.
Dari lokasi Timur Tengah, Iran diberitakan sudah melebihi batas pemberdayaan Uranium 3.67 %. Walau mereka dengan maksud mendesak beberapa negara barat untuk membantunya dalam hadapi intimidasi AS, tapi aksi Iran dapat juga disikapi dengan sangsi penambahan atau bahkan juga serangan bersenjata.
Dolar Komoditas umumnya bereaksi negatif pada penambahan efek geopolitik apa pun, terhitung perselisihan dagang AS dengan China.
Selanjutnya, laporan neraca perdagangan China yang akan dikeluarkan di hari Jumat dapat menjatuhkan Comdoll kembali, bila angka-angkanya memverifikasi efek jelek perang dagang pada perekonomian China.
Angka perdagangan dari China di hari Jumat akan disoroti ditengah-tengah pertanda jika perekonomian paling besar ke-2 dunia itu mungkin saja memerlukan stimulus penambahan untuk mengatasi perlambatan ekonomi, demikian dicatat oleh analis dari Wells Fargo.






