Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental COVID-19 Ramai Kembali di Asia, Dolar AS Nantikan Data NFP

COVID-19 Ramai Kembali di Asia, Dolar AS Nantikan Data NFP

442
0

Dolar AS ketekan dalam waktu terbatas di awal sesion Eropa hari Senin ini 28/6/2021.

Ketertarikan resiko pasar menurun karena kenaikan kasus COVID-19 di Australia dan Asia, tapi aktor pasar condong memutuskan untuk wait-and-see mendekati launching banyak data baru dari Amerika sepanjang sekian hari kedepan.

Dolar AS Nantikan Data NFP

Bursa saham rontok pada sesion Asia, sedang pasar forex lemas dengan volatilitas minimum pada pasangan-pasangan mata uang khusus. AUD/USD menurun 0.11 % ke range 0.7580-an, dan USD/JPY hampir flat pada range 110.70-an.

Beberapa riset memandang minimnya momen pasar terkait dengan peningkatan kasus infeksi virus Corona di beberapa daerah.

Sydney, kota paling besar Australia, mengawali lockdown kembali sesudah penemuan beberapa kasus COVID-19 di wilayah memiliki populasi tinggi. Lockdown di Malaysia dan Thailand akan diperpanjang, sementara Indonesia cetak peningkatan jumlah kasus paling tinggi baru.

Dolar AS umumnya kuat di tengah-tengah kenaikan resiko semacam ini. Tetapi, pasar masih terjerat dalam ketidakjelasan pekat berkaitan arah peraturan Federasi Reserve selanjutnya.

Data inflasi PCE akhir minggu lalu melenceng dari prediksi kesepakatan, hingga kurangi harapan peningkatan suku bunga The Fed.

Meskipun begitu, beberapa spekulan terlanjur melepaskan status short pada USD. Beberapa faksi bahkan juga mulai memasangkan spekulasi tinggi pada harapan peningkatan suku bunga The Fed bisa lebih cepat di antara akhir 2022 dan awalnya 2023.

Walau sebenarnya, Ketua The Fed Jerome Powell sudah mengatakan jika pergerakan inflasi saja tidak mencukupi untuk menggerakkan bank sentra meningkatkan suku bunga.

The Fed terus akan memperhatikan launching beberapa data ekonomi AS. Beberapa salah satunya yang terpenting akan di-launching minggu ini, terhitung laporan hasil survey Purchasing Managers Indeks PMI dan Non-farm Payroll NFP.

Pasar memprediksi NFP akan memperlihatkan peningkatan sekitar 675k tugas, tapi launching data aktual sama sesuai harapan saja peluang tidak lumayan kuat untuk perkuat USD.

Ahli taktik dari ING tuliskan dalam catatannya untuk client jika peluang dibutuhkan angka tugas dekati posisi satu juta untuk mengguncangkan kurva suku bunga AS dan pasar forex satu kali lagi.

Adam Cole, kepala taktik FX di RBC Capital Markets, sampaikan opini seirama. Ucapnya, Nampaknya pasar akan balik ke perdagangan dalam waktu ketat saat ini, sesudah rekonsilasi setahap dalam prospect suku bunga AS sudah diawali.

Rintangannya tinggi untuk data untuk mengganti harapan suku bunga selanjutnya, karena masih berjalannya keadaan wabah.

Saat itu, beberapa petinggi The Fed mempunyai skedul untuk tampil di muka khalayak. Dua salah satunya ialah Presiden The Fed New York John Williams, seorang figur dovish dan Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin, seorang figur hawkish.

Banyak komentar mereka bisa memberinya wawasan baru untuk aktor pasar mengenai apa prospect peningkatan suku bunga The Fed lebih dekat ke tahun 2022 atau tahun 2024.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses