Menyusul gerakan pada pasangan mata uang EUR/USD beberapa waktu terakhir, beberapa pakar forex menyebutkan kalau pair ini masih tetap juga akan naik lagi. Bahkan juga, ancang-ancang tapering dari European Central Bank (ECB) diduga akan mendorong EUR/USD menjangkau 1.20 pada akhir tahun 2017.
Pimpinan FICC Technical Analysis pada bank investasi multinasional Commerzbank, Karen Jones, menyebutkan, pasangan EUR/USD tetap dalam pose untuk meneruskan uptrend. Walaupun ada peluang berlangsung tindakan keuntungan-taking dalam periode pendek, namun ” MA 200-Week ada pada 1.1806. (Bila harga bergerak) diatas MA 200-Week, jadi juga akan mengantarkan relung menuju 1.2170 ; retracement 50% dari gerakan turun mulai sejak level high 2014. ”
” Saya sangka Euro/Dollar telah mulai bergerak ke equilibrium, ” tegas Vasileios Gkionakis, Direktur Manajer di Unicredit, seperti diambil oleh CNBC pada hari Kamis, ” Euro sudah undervalued selama beberapa hari, serta saat ini pasar telah mulai mempertimbangkan normalisasi kebijakan ECB mendatang.”
” Saya tetaplah pada forecast (Euro) pada $1.20 di kuartal IV/2017 serta $1.25 selama kuartal II/2018, ” Papar Gkionakis
Pimpinan ECB, Mario Draghi, belum juga mengatakan kapan persisnya ia juga akan mulai tapering. Tetapi, analis memprediksi bank sentral Eropa itu juga akan mengadakan pengumuman pada bulan September, diisi gagasan pengurangan program pembelian aset mulai awal 2018. Kemudian, ECB diperkirakan bergerak menambah suku bunga dengan bertahap mulai tahun 2019.
Penilaian analis ini mensupport sentimen positif untuk Euro, walau pergerakannya pernah gonjang-ganjing serta cukup menggelisahkan mulai sejak bulan Januari. Terlebih, saat ini situasi bullish Euro versus Dolar juga di dukung oleh pelbagai keresahan politik yang menempa Washington.
Bob Parker, anggota komite investasi pada Quilvest Investment Management, juga mengungkap pada CNBC, Euro dapat naik setinggi $1.20 pada akhir tahun ini, lantas naik sekali lagi ke $1.25 di tahun 2018.
” Latar belakangnya yaitu semuanya data Zone Euro tunjukkan uptrend serta resiko deflasi alami penurunan. Demikian sebaliknya, data inflasi serta penjualan ritel Amerika Perkumpulan lemah, mengisyaratkan kalau Federal Reserve juga akan melambatkan laju penambahan suku bunga, ” lanjut Parker.
Akan tetapi, pimpinan ekonom pasar Eropa di BNP Paribas, Luigi Spanza, mengingatkan kalau ECB dapat mengambil langkah mundur bila spekulasi pasar mendorong Euro menguat sangat cepat.
” Bilamana Euro menguat lebih jauh dari sini, jadi kami takkan heran bila, dalam sekian hari yang akan datang, ECB melemparkan retorika mengenai resiko dari pengetatan moneter pada perkembangan ekonomi serta, lebih perlu sekali lagi, outlook inflasi. “






