Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Bursa Saham Asia Menguat, Dolar AS Tertekan

Bursa Saham Asia Menguat, Dolar AS Tertekan

630
0

Hari ini Dolar AS tergelincir pada beberapa mata uang paling utama hari Senin karena bursa saham Asia menguat sesudah tindakan jual di minggu yang kemarin, kurangi keinginan dolar AS sebagai satu diantara aset safe haven.

 

Data CNBC pada Senin sore hari ini tunjukkan Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kemampuan greenback pada enam mata uang paling utama, turun 0, 28% ke 90, 20 sesudah naik sekitaran 1, 4% di minggu kemarin.

 

Sejumlah saham di Hong Kong serta China menguat pada hari senin serta perdagangan yang berjangka indeks saham AS perpanjang kenaikannya, menaikkan kenaikan hari Jumat. Sedangkan Nikkei Jepang ditutup hari ini karena libur nasional.

 

Tetapi saham AS terkahir berhasil lebih tinggi hari Jumat tetapi masih tetap berhasil mencetak minggu terburuknya dalam dua tahun karena kecemasan inflasi yang lebih cepat serta kenaikan suku bunga yang lebih agresif menyebabkan tindakan jual di pasar global yang bisa selalu berlanjut.

 

Setelah itu beberapa investor menanti data inflasi AS yang juga akan dilaunching pada hari Rabu. Data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan dapat buat pasar ekuitas kembali tersungkur.

 

Waktu berita ini ditulis, dolar AS melemah pada safe haven tradisionil, yen Jepang, dengan USD/JPY turun 0, 03% jadi ¥108, 73, tetapi masih tetap bertahan diatas level paling rendah empat bulan di ¥108, 03. Dolar AS turun nyaris 1, 3% pada yen pada minggu kemarin.

 

Beberapa investor relatif mencari yen ketika berlangsung gejolak pasar karena mata uang itu di dukung oleh surplus account Jepang sekarang ini, yang tawarkan ketahanan semakin besar daripada negara-negara yang mempunyai defisit.

 

Laporan hari Senin tunjukkan kalau Haruhiko Kuroda juga akan diangkat kembali jadi gubernur Bank of Japan (BoJ) serta peluang meneruskan kebijakan moneter ultra longgar di negara itu.

 

Mata uang euro yang bergerak naik, bersama EUR/USD menguat sebesar 0, 14% jadi $1, 2267. Mata uang tunggal zone euro akhiri minggu yang kemarin dengan penurunan 1, 82%, persentase penurunan mingguan paling besar mulai sejak November 2016.

 

Sterling sedikit beralih pada dolar AS serta euro, bersama GBP/USD di nak 0, 16% ke 1, 3845 serta EUR/GBP diperjualbelikan mendatar pada £0, 8863.

 

Pound sudah melemah pada dolar AS serta euro hari Jumat sesudah Michel Barnier, kepala metting Brexit Uni Eropa, memperingatkan Inggris kalau perjanjian transisi pasca-Brexit tidak bisa diperdebatkan serta tidak diberi.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses