Informasi terkait kemunduran 3 menteri dari pemerintahan Inggris masih menjadi viral dalam perdangan session Eropa hari Kamis 15/November.
Salah Satunya termasuk juga Menteri Masalah Brexit, Dominic Raab. Mengakibatkan, Poundsterling anjlok hampir dua % ke rata-rata 1.2810 pada Dolar AS, sedangkan untuk pasangan EUR/GBP bergerak naik mencapai 1.50 % ke posisi 0.8824 serta GBP/JPY tergelincir ke posisi paling rendah pada posisi 145.22.
Dalam perdagangan sebelumnya Poundsterling sudah sempat kuat sebab Perdana Menteri Theresa May mengatakan jika kabinet telah menyepakati draft Backstop Rencana yang diaturnya.
Akan tetapi, terakhir didapati jika beberapa menteri dalam kabinet menentangnya, walau sebagian besar mengatakan sepakat.
Masuk jam kerja Eropa, beberapa menteri yang menentang itu langsung mengirim surat pengunduran dianya ke PM May serta mengumumkannya di sosial media.
Sampai waktu berita ini ditulis, telah empat menteri mengatakan mengundurkan diri, yakni Menteri Junior Untuk Irlandia Utara Shailesh Vara, Menteri Brexit Dominic Raab, Menteri Ketenagakerjaan Esther McVey, dan salah satunya Menteri Junior Brexit Suella Braverman.
Dalam surat pengunduran dianya, Dominic Raab mengutarakan jika gagasan May punya potensi meneror kedaulatan Inggris, serta dia menampik memberi dukungan.
Bagi saya, saya tidak dapat memberi dukungan persetujuan ini sebab dua fakta, kata Raab, Pertama, saya meyakini jika ketentuan yang diserahkan untuk Irlandia Utara mendatangkan intimidasi yang begitu riil buat integraotas Inggris.
Ke-2, saya tidak dapat memberi dukungan persetujuan Backstop Rencana yang tidak hanya terbatas, di mana Uni Eropa menggenggam hak veto atas potensi kita untuk keluar dari persetujuan.
Pengakuan Raab langsung menyebabkan tindakan jual massal atas Poundsterling. Sebabnya tidak cuma sebab ketidakpastian baru berkaitan Brexit, tetapi ikut sebab pasar cemas jika akan semakin banyak menteri mengundurkan diri, hingga menyebabkan krisis politik domestik.
Pengunduran diri Raab barusan mengubah arah pasar. Susah untuk optimis pada GBP dalam periode pendek. Tapi Theresa May pernah bertahan dari keadaan yang lebih jelek.
Permasalahannya ialah apa kita akan melihat serentetan pengunduran diri menteri sesudah ini,kata Jordan Rochester, analis dari Nomura, dalam catatan yang diambil oleh Reuters.
Meski begitu, Rochester memperingatkan jika volatilitas ini dapat jadi cuma bertahan dalam periode pendek. Katanya, Jika hasil pada akhirnya ialah Theresa May temukan jalan keluar serta persetujuan diketemukan, jadi Inggris hindari perangkap politik.






