Pekan lalu greenback semakin melemah pada semuanya mata uang paling utama serta emas karena pebedaan pendapat diantara anggota FOMC tentang kenaikan suku bunga, yang terjadinya bencana alam berbentuk badai Irma di Florida yang beresiko pada kesibukan ekonomi, gosip government shutdown serta kemelut pada Korea Utara serta AS yang belum selesai.
Gubernur Fed Lael Brainard menyebutkan bank sentral semestinya tidak cepat-cepat menambah suku bunga karna inflasi masih tetap rendah, sesaat William Dudley memprediksi inflasi juga akan kembali naik serta The Fed baiknya tetaplah menambah suku bunganya dengan bertahap.
Greenback pernah rebound sesudah kongres AS sepakat untuk menambah batas atas hutang negara serta berikan dana pemerintah sampai Desember yang akan datang untuk hindari government shutdown seperti tahun 2013 kemarin.
Yang perlu untuk dicatat minggu lantas yaitu kenaikan suku bunga BoC untuk ke-2 kalinya dengan berturutan, serta tidak berhasilnya presiden ECB Mario Draghi meredam laju positif Euro. Seperti diprediksikan beberapa analis, BoC kembali menambah suku bunga sebesar 0.25% karena perkembangan ekonomi (GDP) kwartal ke-2 yang naik penting hingga nilai tukar CAD menguat tajam lawan USD sampai ke level teratasnya dua tahun paling akhir.
Sesaat Draghi dalam konperensi pers tidak menyinggung tingginya pada nilai tukar EUR namun menginformasikan pengurangan stimulus yang peluang juga akan dikerjakan bulan depan hingga semakin mengorbitkan mata uang tunggal Eropa itu sampai ke level teratasnya mulai sejak bulan Desember 2014 lawan USD. Minggu ini tak ada data perlu baik dari Canada ataupun Eurozone, serta diprediksikan ke-2 mata uang itu masih tetap relatif menguat.
Konsentrasi minggu ini yaitu data inflasi serta penjualan retail AS, dan BoE meeting. Inflasi serta penjualan retail yaitu data penting paling akhir sebelumnya FOMC meeting tanggal 20-21 minggu depan, serta sebagai masalah di antara sesama anggota di FOMC.
Mungkinkah inflasi rebound, atau jadi turun? Menurut perkiraan analis inflasi dalam bulan Agustus juga akan naik 1.8% dibanding sebelumnya yang naik 1.7%, namun penjualan retail keseluruhan juga akan turun ke +0.1% dibanding bulan Juli yang +0.6%.
Selain AS, Inggris akan melaunching data inflasi serta tenaga kerja bulan Agustus sebelumnya digelarnya BoE meeting. Diprediksikan bank sentral Inggris tidak mengubah suku bunganya yang +0.25%, tetapi hasil voting pada notulen juga akan memengaruhi gerakan GBP.
Seperti di ketahui bulan Juni lantas ada 3 anggota MPC yang pilih pilihan kenaikan suku bunga, namun bulan Agustus turun jadi 2. Yang perlu di perhatikan untuk meeting kesempatan ini ada deputy gubernur baru yakni Sir Dave Ramsden menyusul pergantian Kristin Forbes oleh Silvana Tenreyro yang lebih dovish.
Data perlu yang lain yaitu suku bunga Libor SNB, khusu tenaga kerja Australia, PPI AS, indeks keyakinan customer UoM AS, Industrial Production China, JOLTS AS serta Jobless Claims AS.






