Kurs dolar AS turun untuk session ke lima beruntun di akhir perdagangan Kamis 5/12/2019, tertekan oleh data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari prediksi serta kapasitas kuat minggu ini oleh euro serta pound Inggris.
Federal Reserve, pada pertemuan kebijaksanaan moneter terakhir kalinya, menjelaskan faksinya bertahan sesudah memotong suku bunga 3 kali tahun ini.
Tapi beberapa analis merekomendasikan Fed bisa memperhitungkan kembali sikap itu bila data ekonomi AS terus lebih buruk.
Anda lihat kecemasan jika ekonomi AS kembali melambat karena hanya angka-angka jelek dari ke-2 data ISM Institute for Suplai Management, kata Joe Trevisani, analis senior di FXStreet.com.
Sejumlah besar mata uang diperjualbelikan dalam rata-rata ketat sesudah berita penting yang sama-sama berlawanan tentang apa kesepakatan perdagangan AS dengan China bisa diraih sebelum 15 Desember, saat biaya penambahan AS mulai berlaku untuk beberapa barang China.
Fokusnya pada sebegitu besar kerusakan yang dikarenakan perang dagang. Pesanan industri Jerman turun dengan tidak tersangka pada Oktober, data tunjukkan.
Laporan AS seperti klaim pengangguran mingguan serta defisit perdagangan sejumlah besar lebih baik dari yang direncanakan, tapi mereka ialah data tingkat ke-2 serta sedikit menggerakkan dolar.
Defisit perdagangan turun ke posisi paling rendah dalam hampir satu setengan tahun pada Oktober jadi 47,2 miliar miliar dolar AS.
Paling kecil semenjak Mei 2018. Klaim pengangguran awal turun jadi 203.000 untuk minggu yang selesai 30 November, paling rendah semenjak pertengahan April.
Data itu ikuti angka suram pada Rabu 4/12/2019 mengenai pengupahan swasta serta pekerjaan bidang jasa-jasa, serta indeks kegiatan manufaktur AS dan angka pengeluaran konstruksi yang jelek pada Senin 2/12/2019.
Kegiatan manufaktur di zone euro menaklukkan harapan. Dalam perdagangan sore, indeks dolar turun 0,2 % jadi 97,43654.
UBS, dalam satu catatan riset, menjelaskan dolar dapat ada dibawah desakan tahun kedepan, sebab memprediksi Amerika Serikat akan berperan lebih sedikit pada perkembangan keinginan global.
Ekonomi Eropa serta exportir Eropa terutamanya akan mendapatkan faedah bila kemelut perdagangan berkurang. Dalam lingkungan semacam itu, nilai ganti euro/dolar mempunyai kekuatan naik, kata bank.






