Kementrian Perdagangan China mengatakan jika biaya import harus dipotong untuk tercapainya persetujuan dagang babak pertama.
Kesepakatan dagang fase-1 di antara AS-China awalannya diperkirakan akan diraih pada bulan November.
Sebelum pemberlakuan kenaikan biaya import ronde selanjutnya oleh AS pada seputar USD156 Miliar produk asal China pada tanggal 15 Desember akan datang.
Tetapi, kedua pihak hadapi kebuntuan dalam beberapa rumor penting.
Amerika Serikat bersikukuh menyumbang suara dalam beberapa masalah internal China, seperti demo Hong Kong serta minoritas Muslim Uighur.
Di hari Rabu tempo hari, Presiden AS Donald Trump mengatakan jika diskusi dengan China berjalan lancar mengoreksi pengakuan awalnya yang menyaratkan kesediaannya untuk tunda persetujuan sampai Pemilihan presiden 2020.
Namun, beberapa saat selanjutnya, Beijing justru memperjelas prinsip fundamen mereka mengenai diperlukannya pengurangan biaya jadi niat baik untuk perolehan persetujuan itu.
Faksi China yakini jika kedua pihak sampai persetujuan dagang babak pertama.
Karena itu biaya harus dikurangi sesuai dengan itu, tegas jubir Kementrian Perdagangan China, Gao Feng, sambil mengutamakan jika kedua pihak terus berkomunikasi.
Bulan kemarin, Reuters memberikan laporan komentar narasumber internal jika Presiden AS Donald Trump.
Perwakilan Dagang AS Robert Lighhizer malas memotong biaya import buat beberapa produk China sebelum terselesaikannya permasalahan perlindungan hak kekayaan cendekiawan serta transfer tehnologi paksa.
Persetujuan yang berisi pemotongan biaya tanpa ada memberi jalan keluar tentang ke-2 rumor penting itu dipandang jadi bukan good deal buat Amerika Serikat.






