Dolar Australia memulai minggu ini, Senin 09Juli, dengan penguatan yang disebut perluasan dari hari Jumat kemarin. Sampai masuk session Eropa, AUDUSD tetap bertahan di level 0. 74, persisnya perdagangan pada 0. 7472. Tetapi, analis memprediksi jika penguatan itu tidak akan berjalan lama.
Lemahnya Dolar AS Saat Rangkaian Moment Terpenting Akhir Pekan
AUDUSD selalu menguat meskipun implementasi tarif import diberlakukan oleh Amerika Serikat pada beberapa barang China mulai sejak Jumat 06Juli kemarin.
Pemerintahan Donald Trump resmi memberlakukan bea import 25 % pada beberapa barang China sejumlah $34 miliar. Walau belum detil, China mengakui akan mengaplikasikan kebijakan perdagangan balasan untuk menanggapinya.
Malam harinya, Amerika melaunching data Ketenagakerjaan dengan hasil yang bermacam. NFP AS melewati harapan, walau lebih rendah dari perolehan bulan kemarin. Walau demikian, perkembangan upah serta tingkat pengangguran justru lebih lemah dibanding bulan semula.
Tingkat pengangguran AS juga mengumandangkan sentimen negatif, dengan bertambah lebih tinggi dari harapan ke level 4. 0 % pada bulan Juni.
Menurut Ray Attrill, Selaku Paka Forex dari National Australia Bank NAB, menguatnya angka Non Farm Payroll AS yang sedikit lebih tinggi dibanding harapan pada Jumat lalu, tidak pas dengan kenaikan perkembangan upah yang lebih lemah dibanding harapan, juga tingkat pengangguran yang jadi tambah tinggi.
Mengakibatkan, saham-saham reli, yield obligasi jeblok, serta Dolar AS pada umumnya melemah. Indeks DXY turun sejumlah 0. 5 % serta BBDXY turun 0. 4 %, tambah Attrill.
Penguatan Dolar Australia Diprediksikan Tidak Berjalan Lama
Reli AUDUSD dikarenakan oleh pulihnya pasar finansial China, yang disebut negara mitra perdagangan paling utama untuk Australia. Diluar itu, melemahnya Dolar AS berkenaan dengan data Ketenagakerjaan Amerika yang bermacam diakhir minggu lalu, ikut jadi pendorong untuk Dolar Australia
Walau demikian beberapa, analis yakini jika penguatan itu susah bertahan lama. Pasalnya, menilik dari gerakan Aussie minggu lalu yang sangatlah didikte oleh perform Yuan serta mata uang lainnya, terutamanya Dolar AS, jadi peluang bullish Aussie termasuk ringkih.
AUDUSD akan rasakan akibat negatif dari menguatnya Dolar AS, kata Joseph Capurso, Senior Currency Strategist di Commonwealth Bank. Dengan mata uang-mata uang Asia yang ada dibawah desakan, kami menghadapi AUDUSD akan alami depresiasi sama dalam minggu ini, simpulnya.






