hari ini harga minyak turun meskipun sejumlah perkiraan untuk beberapa kenaikan cukup tajam dalam permintaan energi, di tengah terjadinya kekhawatiran bahwa pihak The Fed atau Federal Reserve akan menaikkan jumlah tingkat suku bunga yang lebih agresif dari yang telah diharapkan untuk melawan tingkat inflasi.
Setelah data tentang inflasi dari AS tersebut datang pada hari kamis lalu, Presiden dari Bank Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan bahwa Ia menginginkan sejumlah kenaikan tingkat suku bunga dengan persentase penuh tanggal 1 Juli nanti.
Mata uang dolar membuat harga minyak turun
Mata uang dolar sendiri telah menyerahkan sejumlah kerugiaan pada sebelumnya. Greenback yang jauh lebih kuat membuat minyak dan komoditas lainnya menjadi berharga lebih mahal untuk mereka pemegang mata uang lainnya selain dolar AS.
“Harga cukup membuat bingung antara apa yang tampaknya menjadi statistik dari inventaris yang kuat dan tanda-tanda bahwa pihak The Fed akan menaikkan jumlah suku bunga lebih cepat dari apa yang telah diharapkan pada tahun 2022,” Ungkap Scott Shelton, seorang spesialis energi di United ICAP.
Pada hari Rabu lalu , harga minyak telah mengalami reli setelah rilis data pemerintah Amerika Serikat menunjukkan persediaan untuk minyak mentah turun secara tak terduga pada minggu lalu ke level paling terendah sejak bulan Oktober 2018 lalu, sementara disisi permintaan bahan bakar mencapai rekor paling tertinggi.
Setelah data dari inventaris, harga minyak juga membalikkan penurunan yang terpantau didorong oleh dimulainya kembali pembicaraan nuklir antara AS-Iran secara tidak langsung pada waktu sehari sebelumnya. Kesepakatan yang tercapai dapat mencabut sanksi dari AS terhadap minyak Iran dan mengurangi tingkat ketatnya jumlah pasokan global.
Untuk awal pekan ini, patokan harga minyak mentah mencapai level tertinggi pada tujuh tahun terakhir di tengah kekhawatiran konflik geopolitik antara Rusia-Ukraina, dan karena proses pemulihan permintaan yang kuat dari ,asa pandemi virus corona telah membuat sejumlah persediaan di pusat bahan bakar global menuju pada posisi terendah dalam jangka multi-tahun.
Pada hari Kamis, pihak Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC mengatakan dalam laporan bulanan mereka bahwa permintaan minyak dunia mungkin mulai meningkat lebih tajam untuk tahun ini karena tingkat ekonomi global mencatat proses pemulihan yang kuat dari pandemi.
Pada dasarnya poin kunci yang membuat harga minyak turun adalah kekhawatiran mengenai The Fed yang akan menaikkan jumlah suku bunga lebih agresif dan Dolar mulai menyerahkan beberapa kerugianny beberapa saat sebelumnya.






