Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Bank Sentra Australia Bertahan Dengan Kebijakan Lama

Bank Sentra Australia Bertahan Dengan Kebijakan Lama

728
0

Aussie terlihat berupaya rebound pada Dolar AS pada perdagangan hari Senin 3/September, tapi masih tetap tertekan pada posisi paling rendah 20 bulan di rata-rata 0.7204.

 

Dari perspektif mendasar, fpelaku-fpelaku yang melatarbelakanginya ialah goyahnya keadaan ekonomi domestik, absensi prospek pergantian kebijakan moneter, dan eskalasi perseteruan perdagangan global.

 

Menurut media ABC.net.au, mata uang Dolar Australia mulai melemah dari posisi tinggi minggu lantas, sesudah beberapa bank besar meningkatkan suku bunga utang hipotek mereka.

 

Tiga bank yang di ketahui menggerakkan kebijakan itu ialah Westpac, Suncorp, serta Adelaide Bank. Selanjutnya, ahli taktik forex senior di NAB, Rodrigo Catril, mengutarakan, ada kemungkinan jika tiga bank paling besar Australia yang lain akan ikuti jejak Westpac dalam mengatrol suku bunga hipotek cepat atau lambat.

 

Serta satu pekan ke depan kelihatannya bisa menjadi begitu susah buat Dolar Australia. Walau sebenarnya, bank sentra Australia RBA diekspektasikan tidak akan mengubah suku bunga referensi dalam pengumuman saat rapat kebijakannya besok pagi.

 

Alih-alih meningkatkan suku bunga, RBA diprediksikan menjaga Official Kontan Rate OCR pada posisi 1.5 % yang sudah diresmikan saat dua tahun paling akhir.

 

Ikut jadi memperburuk desakan atas Dolar Australia, perseteruan perdagangan yang dikobarkan oleh Amerika Serikat belumlah memperlihatkan pertanda mereda.

 

Kanada serta AS akhiri usaha renegosiasi NAFTA minggu lantas tiada persetujuan berarti, serta malah Presiden AS Donald Trump kembali melemparkan komentar panas ke media.

 

Di hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan tidak ada pentingnya membiarkan Kanada masih dalam NAFTA serta mengingatkan supaya Parlemen tidak ikut serta dalam negosiasi perdagangan itu.

 

Bila Parlemen AS masih terlibat, Trump meneror akan membubarkan keseluruhan pakta trilateral itu. Lepas dari ketidakpastian ekonomi serta perdagangan minggu ini, beberapa analis menilainya Dolar Australia agak bearish.

 

Kurs mata uang itu diprediksikan akan terdepresiasi karena penguatan Dolar AS, kecemasan tentang perlambatan ekonomi global, dan penurunan harga komoditas.

 

Ditambah lagi, perbandingan suku bunga Australia serta Amerika Serikat peluang melebar dalam beberapa waktu yang akan datang, karena Federal Reserve diproyeksikan akan meningkatkan suku bunga 2x lagi dalam tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses