Pasangan AUD/USD sempat terjerembab ke posisi paling rendah satu pekan pada posisi 0.6862 dalam perdagangan session Asia 7/11, tapi selanjutnya langsung melompat ke posisi 0.6911 pada session Eropa.
Fluktuasi yang tinggi sekali ini dipacu oleh simpang-siur sekitar rumor persetujuan dagang AS dengan China dalam berita-berita mass media.
Pagi hari barusan, aktor pasar dikagetkan oleh laporan Reuters yang bersumber dari orang dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Menurut sang petinggi yang tidak disebutkan namanya itu, penandatanganan persetujuan dagang fase-1 oleh Trump serta Presiden China Xi Jinping bisa saja dipending sampai bulan Desember.
Xi menampik untuk hadir ke Iowa, tempat yang direferensikan oleh Trump jadi pilihan tempat pertemuan tidak hanya arena KTT APEC Chili yang diurungkan minggu kemarin.
Oleh karenanya, pilihan paling baik selanjutnya untuk pertemuan keduanya beralih ke arena KTT NATO di London pada tanggal 3-4 Desember 2019.
Berita itu menyebabkan kecemasan pasar, hingga Aussie terjatuh saat itu juga.
Masuk session Eropa, berita baru mulai merebak serta mengangkat tempat Aussie.
Jubir Kementrian Perdagangan China menjelaskan jika AS serta China sudah menyepakati penangguhan biaya import yang berlaku sekarang dalam beberapa babak.
Menurut dia, jika persetujuan dagang fase-1 disetujui, karena itu kedua pihak akan menggagalkan semua biaya import dalam tempo yang sama.
Berita baik itu menggerakkan animo Dolar Australia, sebab korelasi positifnya yang benar-benar kuat dengan Yuan China CNH.
Tiap berita yang berefek positif buat CNH, karena itu berimbas impresif juga buat AUD.
Korelasi harian 84% di antara CNH serta AUD relatif pada USD semenjak diciptakannya CNH sesuatu pengingat jika data PMI China positif atau berlanjutnya perkembangan negosiasi dagang AS dengan China bisa saja fakta yang diperlukan untuk menghidupkan kembali keinginan bullish AUD, papar Neil Mellor, ahli taktik senior di BNY Mellon.
Pada saat yang sama, dia memperingatkan juga jika bank sentra Australia RBA bisa saja tidak sudi mengizinkan AUD terapresiasi.
Nilai ganti yang kuat punya potensi menggerogoti daya saing produk export negeri Kanguru di pasar internasional.






