Nilai tukar Dolar Australia malah melejit 0.45 persne ke rata-rata 0.6995 pada Dolar AS dalam perdagangan 2/7, sesudah bank sentra RBA menginformasikan pemotongan suku bunga ke-2 kalinya semenjak awal tahun.
Pasangan AUD/NZD bahkan juga melesat lebih dari 0.5 % ke posisi 1.050-an. Sebabnya, RBA mensinyalkan jika mereka peluang tidak akan cepat-cepat lakukan pemotongan suku bunga ke-3.
Selesai rapat kebijaksanaan ini hari, RBA menginformasikan pemotongan Official Kontan Rate OCR dari 1.25 % jadi 1.00 %, sesuai dengan harapan pasar.
Tetapi, dalam pengakuan kebijaksanaan yang sama, RBA menjelaskan akan memonitor perubahan di pasar tenaga kerja terlebih dulu sesudah pemotongan kesempatan ini, serta akan lakukan pelonggaran moneter penambahan jika dibutuhkan.
Pengakuan itu menyebabkan beberapa aktor pasar mulai kurangi harapan mereka buat pemotongan suku bunga ke-3 yang awalnya direncanakan akan berlangsung dalam dua bulan ke depan.
Seperti diutarakan oleh Kim Mundy dari Commonwealth Bank of Australia, Kami memprediksi RBA untuk tunda pemotongan suku bunga ke-3 sampai November, hingga AUD/USD akan terapresiasi di antara saat ini sampai waktu itu sebab Fed bank sentra AS mungkin saja memangkas suku bunga mulai akhir bulan ini.
Pidato Philip Lowe beberapa saat sesudahnya, tidak berhasil memberi kepastian tentang arah kebijaksanaan moneter ke depan.
Dalam peluang itu, Lowe justru mengemukakan himbauan supaya pemerintah manfaatkan keadaan suku bunga super rendah untuk tingkatkan budget pembangunan infrastruktur.
Kita akan sampai hasil yang lebih baik buat warga keseluruhannya, bila beberapa piranti kebijaksanaan publik ke arah yang sama, kata Lowe.
Beberapa kebijaksanaan publik yang direkomendasikannya untuk menolong menggairahkan kembali perekonomian diantaranya pemotongan pajak.
Diluar itu, Philip Lowe merekomendasikan supaya memonitor perubahan internasional dengan jeli, sebab ketidakpastian yang diakibatkan oleh perselisihan dagang AS dengan China memukul kepercayaan usaha.
Banyak faksi pilih untuk menaruh dana dibanding memiliki komitmen belanjakan modal. Bila keadaan ini terus bersambung lebih lama , karena itu dampaknya pada perkembangan ekonomi peluang akan relevan.






