Pasangan AUD/USD bergerak ke posisi tertinggi dalam tempo harian sebesar 0.7187 memasuki perdagangan session Asia 13/8.
Tapi melandai lagi waktu masuk session Eropa. Laporan ketenagakerjaan Australia memperlihatkan jumlah pengangguran semakin rendah dibandingkan harapan pasar, tapi data dicemaskan akan naik kembali pada laporan selanjutnya.
Australian Bureau of Statistics memberikan laporan jika pekerjaan makin bertambah 114.7k pada bulan Juli 2020.
Prestasi ini semakin tinggi dibandingkankan harapan awal yang cuma sebesar 40.0k, tapi cuma 1/2 dari bertambahnya 210.8k pada era sebelumnya.
Tingkat pengangguran tertera cuma 7.5 %, lebih bagus dibandingkankan harapan konsensus ekonom mencapai 7.8 persen; tapi mengisyaratkan keadaan lebih buruk dibandingkankan tingkat pengangguran pada bulan Juni sebesar7.4 %.
Penting juga untuk jadi perhatian jika data pengangguran Australia kesempatan ini merekam keadaan pada periode waktu 28 Juni-11 Juli 2020, hingga belum menulis resiko dari pemberlakukan kembali lagi lockdown tingkat 3 serta tingkat 4 di Melbourne.
Seperti diketahui, negara sisi Victoria alami kenaikan jumlah masalah COVID-19 di akhir Juli, hingga Melbourne mempererat lockdown dari sejak awal Agustus.
Limitasi sudah diperketat serta situasi lebih buruk mulai sejak survey ketenagakerjaan paling akhir itu, dengan data payroll Selasa memverifikasi jika ketenagakerjaan di Victoria turun untuk resiko dari penutupan paksa atas beberapa kesibukan ekonomi, tegas ekonom Sarah Hunter.
Hunter memberikan tambahan, Ketenagakerjaan peluang turun lagi measuki Agustus. Pencantuman ketentuan cari pekerjaan dengan cara aktif untuk mendapatkan bantuan JobSeeker yang dikeluarkan measuki bulan Agustus awal, akan meningkatkan jumlah pengangguran.
Walau sebenarnya Victoria cuma menempati rangking ke-2 negara sisi dengan penambahan pengangguran paling besar pada bulan Juli. Negara sisi Queensland menulis tingkat pengangguran paling besar dengan cara nasional.
Peningkatan pengangguran mencolok tertera di New South Wales memasuki periode yang sama. Ditengah-tengah keadaan semacam ini, kondisi pasar tenaga kerja Australia justru semakin muram.
Satu hari sebelum launching data pengangguran, Kim Mundy dari CBA menjelaskan, Pengurangan harga emas serta loyonya data Australia tingkatkan desakan pada AUD.
Di Australia, upah cuma naik 0.2 % memasuki kuartal II/2020. Perkembangan tahunan melamban ke 1.8 %, paling rendah dalam 22 tahun.
Membekunya upah serta surplus tenaga kerja diprediksikan akan mendesak perkembangan upah sampai tahun kedepan.






