
GBP/USD pada sesi perdagangan akhir pekan lalu (Jum’at, 19/01) mengalami penurunan dari level pembukaan 1.3892 s/d 1.3852. Penurunan ini diperkuat dengan adanya pola Double Top yang terjadi pada level 1.3944. Apalagi, terjadi Gap Up yang langsung direspon oleh harga di sesi Asia Pasifik pagi ini dari level pembukaan 1.3892 s/d 1.3852.
Kemungkinan besar, hari ini dan untuk beberapa pekan berikutnya harga akan berubah menjadi Trend Turun dan menuju level demand 1.3555 s.d 1.3440, atau lebih jauh lagi hingga level demand 1.3340. meskipun secara fundamental USD masih tertekan dengan adanya kemungkinan Government Shutdown, namun secara teknikal GBP/USD justru menunjukkan tanda-tanda dimulainya perubahan trend.
Tentu saja para pelaku pasar lebih mempertimbangkan Resiko daripada Fundamental yang muncul, mengingat saat ini GBP/USD sudah berada pada level tertinggi sejak 6 bulan lalu. Jadi, pihak yang akan kita bela mulai hari ini adalah Bearish, dengan tetap memperhatikan kekuatan buyer dari level tersebut.
Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat Chart H1, untuk mendapatkan entri yang Low Risk High Reward Probability.

Dari gambar diatas, GBP/USD sudah terlihat mengalami penurunan dari level tertinggi Gap Up 1.3894 pada area supply 1.3876 s/d 1.3943. Entri dapat kita lakukan dari level ini untuk tipe agresif, dengan stop loss diatas level 1.3943 dan take profit minmal pada level 1.3565 atau 1.3484.
Atau jika lebih konservatif, kita bisa menunggu pullback yang akan terjadi pada level supply 1.3876 s/d 1.3943, dan meunggu candle reversal muncul dari level tersebut. hal ini dilakukan mengingat saat ini masih dalam sesi London, sehingga para pelaku pasar khususnya dari Eropa belum atraktif.s
Pergerakan penurunan juga terlihat masih lesu dan belum ditandai candle penurunan yang besar. Namun, hampir dapat dipastikan bahwa pergerakan untuk pekan ini sudah mulai mengalami penurunan tajam dari level supply tersebut.






