
GBP/USD pada sesi perdagangan kemarin (23/05) mengalami penurunan dari level 1.3432 s/d 1.3346. Kemudian, bisa dilihat saat ini sudah tercipta double bottom dari level 1.3300 (Round Number), sehingga kemungkinan besar harga mungkin akan mulai ditolak dari level ini.
Sisi Fundamental
Dolar tetap di tertinggi enam bulan terhadap para pesaingnya pada hari Rabu setelah sebagian besar data bullish menunjuk ke kekuatan yang mendasari dalam perekonomian AS, sementara penurunan tajam baik pound dan euro mendukung momentum kenaikan.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan-tertimbang dari enam mata uang utama, naik 0,46% menjadi 93,94, hanya sedikit dari intraday tingginya di 94,04.
Departemen Perdagangan mengatakan, penjualan rumah baru Rabu turun 1,5% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 662.000 unit bulan lalu, jauh melesat dari prakiraan pakar ekonomi.
Pembacaan awal PMI manufaktur AS untuk bulan Mei sesuai dengan harapan di 56,5, sementara layanan PMI masuk pada pembacaan 55,7, melampaui perkiraan ekonom.
Duo laporan itu tiba beberapa jam sebelum rilis risalah pertemuan bulan Juni Federal Reserve, ketika pembuat kebijakan memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah tetapi mengisyaratkan kenaikan suku bunga tambahan akan diperlukan untuk mencegah ekonomi dari overheating.
Melonjaknya dolar ke titik tertinggi enam bulan juga didukung oleh penurunan sterling dan euro, mengimbangi kenaikan yen terhadap greenback pada permintaan safe haven yang diperbarui.
zona euro.
GBP / USD turun 0,67% setelah inflasi konsumen melambat pada bulan April, lebih lanjut mengurangi ekspektasi Bank of England dapat menaikkan suku bunga lebih cepat daripada nanti.
Sisi Teknikal

Dari sisi teknikal yang kita lihat dari Chart H4 saat ini, bisa diketahui bahwa saat ini GBP/USD sedang membuat konsolidasi kecil. Ada 2 skenario yang akan terjadi yaitu :
Harga akan mulai naik dari level ini, dengan membentuk Higher Low dan Higher High secara rapi. Dalam kasus ini, kita bisa entri buy pada saat retracement terjadi.
Harga akan berkonsolidasi, namun justru breakout titik terendah. Dari skenario ini, kita hanya bisa wait and see saja.





