
GBP/USD pada sesi perdagangan kemarin (09/05) mengalami penurunan, namun hanya berbentuk seperti doji didekat level 1.3540 yang sekaligus merupakan level demand saat ini. Mulai dari sesi Asia tadi pagi, hingga tulisan ini dibuat, terlihat pihak buyer sudah mulai berjuang untuk membuat harga naik. Namun, sepertinya akan sedikit berat untuk hari ini, kecuali pressure yang diberikan mampu membuat harga naik diatas level resistance 1.3625.
Sisi Fundamental
Dolar tetap stabil terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis di Asia karena imbal hasil Treasury 10-tahun AS naik di atas 3% lagi pada hari Rabu.
Indeks dolar AS terakhir berada di level 92,95, naik 0,01%. Sebelumnya, greenback mencapai level tertinggi baru tahun ini pada hari Rabu di 93,22, kemudian tergelincir kembali di bawah level 93 pada hari Kamis.
Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mundur dari kesepakatan nuklir Iran, menempatkan pasokan minyak dalam ketidakpastian karena Iran akan menghadapi sanksi lagi. Langkah yang lebih tinggi dalam minyak telah membantu meningkatkan imbal hasil Treasury, dengan tingkat 10 tahun kembali di atas 3%, level psikologis kunci patokan untuk pertama kalinya sejak akhir April.
Pada hari Rabu, AS merilis Producer Price Index (PPI) yang naik 0,2% pada bulan April menyusul peningkatan 0,3% pada bulan Maret, sejalan dengan ekspektasi pasar. Data CPI akan datang di kemudian hari.
Sisi Teknikal
Seperti yang kita ketahui saat ini, GBP/USD sedang tertahan di level demand 1.3540 s/d 1.3453, dan sepertinya tidak bisa turun lebih jauh lagi.

Apalagi, trend yang saat ini terbukti dari trendine down yang tajam sudah mulai menunjukkan pelemahan yang ditunjukkan dengan breakout dari level trendline. Tentu saja, kita bisa mengambil spekulasi dari level saat ini, dan bisa entri jika level resistance 1.3609 dapat terbreakout. Stop loss bisa kita taruh di level 1.3453, dan take profit berada di area supply 1.4298, atau minimal mendapatkan RRR 1:2.






