Dolar Amerika Serikat AS sangat terpaksa memotong penguatannya pada Selasa sebab Presiden AS Donald Trump menyebabkan kecemasan baru mengenai suku bunga negatif sesudah mengatakan bank sentra negara itu untuk lakukan semakin banyak kelonggaran.
Indeks dolar AS, yang menghitung greenback pada perdagangan-tertimbang dari enam mata uang penting, turun 0, 32% jadi 99, 95.
Trump menjelaskan Federal Reserve harus ikuti beberapa rekannya serta memotong suku bunga ke daerah negatif untuk memberi ekonomi AS dorongan yang benar-benar diperlukan sebab pertanda kerusakan ekonomi terus bertambah.
Departemen Tenaga Kerja AS menjelaskan di hari Selasa indeks harga customer turun 0, 8% bulan kemarin, dengan pergerakan tahun-ke-tahun melamban jadi 0, 3% dari 1, 5%.
Inflasi pokok, yang tidak termasuk juga makanan serta energi, menulis pengurangan bulan-ke-bulan beruntun untuk ke-2 kalinya dalam riwayat catatan semasa 63 tahun. Akhir kali angka serendah ini berlangsung pada 1982.
Walau rangkaian data yang memperlihatkan ekonomi AS ada pada jalan panjang ke arah pemulihan, beberapa anggota Fed mencerca ide suku bunga negatif.
Presiden Fed St. Louis James Bullard menjelaskan jika suku bunga negatif bukan obat yang pasti untuk efek infeksi global virus corona SARS Cov-2 yang menghajar ekonomi AS.
Selain itu Presiden Fed Chicago Charles Evans menjelaskan ia tidak lihat tingkat suku bunga negatif untuk alat yang akan dipakai di AS.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell diinginkan untuk merspons ide tingkat suku bunga negatif saat dia memberi paparan ekonomi di hari Rabu pagi waktu AS.
Selain itu pound sterling terus melemah serta peluang akan ada pada jalan kerugian selanjutnya ditengah-tengah kecemasan Brexit paling baru sebab Inggris memperlihatkan sedikit sinyal kemauan perpanjang periode peralihan.
Kemungkinan Brexit tanpa ada persetujuan makin tinggi jika perbincangan perdagangan di antara Inggris dengan Uni Eropa menjumpai jalan buntet.
Sedang harga emas berjangka usai semakin tinggi di hari Selasa, dengan sedikit suport waktu terdengar suara yang makin lemah dari dolar AS sebab beberapa trader bertaruh pada pemulihan ekonomi yang lamban.
Beberapa usaha sedang dilaksanakan untuk kembali membuka ekonomi yang ditutup untuk meredam epidemi COVID-19.
Nampaknya penawaran safe-haven mulai kembali pada logam mulia ini ditengah-tengah perkembangan ide pasar tentang pergerakan pengobatan ekonomi sesudah epidemi COVID-19 berkurang.
Bila kepercayaan pasar terus berubah ke pemulihan ekonomi yang makin lamban, ada peluang jika banyak pasar khususnya pasar saham harus lakukan beberapa penentuan harga kembali lagi yang serius ke bagian negatifnya serta itu akan memberi semakin banyak suport buat golongan investor untuk simpan emas.






