Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Yen Tergelincir Ke Zona Merah

Yen Tergelincir Ke Zona Merah

679
0

Pada akhir minggu kemarin, Yen Jepang jatuh ke tempat sangat lemah dalam tahun 2019, sebab penambahan ketertarikan resiko global.

 

Waktu berita ditulis pada awal session Eropa hari Senin 15/4, pasangan USD/JPY terpantau sudah alami penurunan, tapi masih tetap diperjualbelikan dekat posisi 112.00.

 

Selain itu, EUR/JPY ada pada tempat paling tinggi semenjak pertengahan Maret kemarin, serta GBP/JPY sudah kembali bergerak ke posisi terkuat dalam satu pekan paling akhir.

 

Kenaikan ketertarikan resiko pasar ini hari diduga terkait dengan timbulnya pertanda stabilisasi perekonomian China serta dimulainya musim launching neraca keuangan korporasi Amerika Serikat.

 

Investor pilih untuk melepas mata uang Safe Haven seperti Yen serta Franc Swiss untuk membidik aset-aset yang tawarkan imbal hasil dalam jumlahnya semakin besar.

 

Pasangan USD/CHF dikit kuat dalam perdagangan ini hari pada rata-rata 1.000, tapi masih tetap dekat rata-rata paling rendah dua pekannya.

 

Selain itu, bursa saham AS malah reli sampai indeks S&P500 sampai rekor paling tinggi dalam enam bulan paling akhir, didongkrak oleh kenaikan laba JP Morgan serta Walt Disney.

 

Seperti didapati, data ekonomi China yang launching di hari Jumat tunjukkan jika export sudah rebound tajam pada bulan Maret serta utang perbankan mengalami penambahan cepat.

 

Meskipun laju import China masih tetap lemah, tapi keseluruhnya data memberikan indikasi jika usaha Beijing untuk menggenjot kembali perekonomiannya, sudah mulai membawa hasil.

 

Semuanya diawali sesudah launching data China pada hari Jumat, tegas Kyosuke Suzuki, direktur forex di Societe Generale. Tetapi, dia memandang jika gerakan selanjutnya di pasar mata uang untuk sesaat ini akan hanya terbatas.

 

Sesuai keterangan Suzuki, aktor pasar akan terasa butuh untuk mengecek data-data ekonomi selanjutnya untuk mengonfirmasi kemampuan ekonomi China, sesaat masih tetap ada ketidakpastian berkaitan negosiasi perdagangan AS-China serta Brexit.

 

Di lain sisi, Amerika Serikat serta Jepang diskedulkan akan mengadakan perundingan perdagangan bilateral dalam tempo dekat. Perundingan itu diprediksikan akan berisi provisi tentang intervensi mata uang.

 

Butuh dicatat, Amerika Serikat kurang senang pada usaha devaluasi nilai tukar yang dikerjakan oleh beberapa negara, termasuk juga Jepang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses