Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Yen Menguat Disaat Perseteruan Politik Global

Yen Menguat Disaat Perseteruan Politik Global

588
0

Banyak kebijakan pemerintah AS nampaknya memang jadi biang keladi dari sejumlah besar gejolak geopolitik dunia tahun ini. Tidak hanya permasalahan ke menguatan tarif import, negeri pimpinan Donald Trump itu menyebabkan reaksi pasar karena rangkaian hukuman yang dijatuhkan pada Rusia serta Turki.

 

Menanggapi kemelut geopolitik yang memanas, Yen Jepang menguat pada mata uang-mata uang mayor di Kamis 09/Agustus malam hari ini. Diluar itu, mata uang Rusia serta Turki menurun tajam karena terdampak kecemasan berkaitan hukuman AS.

 

Washington mengatakan akan mengaplikasikan hukuman baru untuk Moskow. Pihak AS meyakini jika Rusia sudah tidak mematuhi ketentuan pemakaian senjata kimia internasional, lewat cara memakai toksin syaraf Novichok untuk menyerang bekas agen Rusia Sergei Skripal di Inggris pada bulan Maret kemarin.

 

Selain itu, Presiden Donald Trump juga menjatuhkan hukuman keuangan pada Turki, karena tidak dapat terima kebijakan pemerintahan Tayyip Erdogan yang memenjarakan dua masyarakat Amerika Serikat atas dakwaan spionase.

 

Untuk merampungkan perselisihan itu, delegasi Turki juga membuat pertemuan dengan petinggi Kementerian Luar Negeri AS. Kemelut geopolitik seperti ini membuat Yen sebagai mata uang safe haven, hingga pada akhirnya kebanjiran konsumen.

 

USD/JPY perpanjang penurunan ke tempat 110. 90, sedang EUR/JPY jatuh ke tempat 128. 32 dari 128. 72. GBP/JPY juga menurun mencolok ke 142. 73, dari mulanya di 143. 200.

 

Walau demikian, beberapa aktor pasar sebenarnya masih tetap sangsi, mata uang manakah yang betul-betul bisa dihandalkan dalam kondisi ketidakpastian politik. Apalagi, Yen sendiri juga cukuplah rawan dalam periode pendek, mengingat AS serta Jepang tengah lakukan negosiasi.

 

 Politik selalu jadi pembawa petaka dalam pasar forex periode pendek. Kami semua masih tetap bertanya-tanya mata uang manakah yang betul-betul aman saat ini,  kata Viraj Patel, paka mata uang dari ING.

 

Rubel Rusia melemah ke posisi paling rendah semenjak bulan November 2016 pada Dolar AS, utamanya sesudah Washington menginformasikan gagasan pemberian hukuman. Pasangan mata yang RUB/USD jeblok ke posisi 0. 015007 waktu berita ini ditulis.

 

Menemani penurunan Rubel, Lira Turki juga jatuh pada Dolar AS dengan melemah sekitar 2. 5 %. Pasangan mata uang TRY/USD mengukir penurunan ke 0. 18188, meneruskan Downtrend kuat yang tercipta semenjak 23 Juli yang lalu.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses