Dalam perdagangan pasar uang Asia Pasifik sampai jelang siang di Kamis ini, pada umumnya dolar AS dalam kesempatan ini memberi tekanannya kembali pada mata uang utama se-Asia Pasifik, terutama untuk dolar Australia di mana unsur pergantian kepemimpinan dari The Fed serta memburuknya dari data penjualan eceran yang ada di Australia.
Pada saat pasar keuangan China, Hongkong serta Korea Selatan berakhir, dolar AS dengan greenback memberi tekanan sesaat hingga membuat mata uang utama Asia seperti yen, yuan serta dolar Australia ikut melemah.
Sedangkan USDJPY untuk semntara ada di level 112,74 di mana pada sesi penutupan perdagangan sebelumnya berada ada di 112,75. Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sesaat ada di level 0,7831 di banding penutupan perdagangan sebelumnya ada di level 0,7863. Untuk mata uang China, yuan/USDCNY untuk sesaat bergerak pada level 6,6486 sesudah pagi tadi dalam sesi penutupan di 6,6456.
Dalam perdagangan pagi tadi, muncul serentetan laporan ekonomi dari Australia yang mewakili laju pertumbuhan ekonominya atau PDB. Laporan kesibukan penjualan utnuk tingkat penjualan eceran negeri Kanguru sedang mengalami penurunan yang besar hingga memberikan indikasi daya beli dari konsumen Australia ikut meredup serta bisa melambankan perkembangan ekonomi semuanya hingga kenaikan suku bunga di Australia berpeluang besar juga akan ikut tertahan.
Sebelumnya yen belum juga bergerak banyak dalam waktu dekat jelang pemilunya, dimana Goldman Sachs dalam hari kemarin yang masih mengharapkan pada gubernur Tokyo Yuriko Koike untuk bisa menaklukkan Shinzo Abe jadi perdana menteri yang baru agar masih ada perubahan pemerintahan di Jepang hingga yen bisa menguat lagi.
Sesuai yang kita tahun terlebih dulu, panasnya dari kondisi Korea Utara yang membuat Shinzo Abe harus membubarkan Majelis Rendah Jepang pada pekan kemarin serta memajukan jadwal pemilu Jepang pada bulan ini, di mana PM Shinzo Abe mesti menyiapkan kembali pemerintahannya dan ekonominya yang lebih kuat dalam hadapi ancaman perang pihak AS-Korea itu.
Penguatan hanya terjadi tidak lama yen sendiri masih tetap digolongkan normal saja dan terus bertahan diatas level ¥109 serta berada dikisaran level ¥113.
Sedangkan kondisi yang lain wajib untuk dilirik yaitu mendekati berakhirnya masa jabatan dari Janet Yellen selaku pemimpin The Fed di Februari dalam tahun depan, dibikin seperti pertaruhan masa depan dari dolar AS.
Apabila Jerome Powell menang, yang terjadi di pasar juga akan membuat pelemahan dolar AS, tetapi bila Kevin Warsh menang akan ada kondisi yang baru dari hawkish atau menguat untuk mata uang AS itu.






