Yen Jepang mampu bergerak naik terhadap mata uang dolar Amerika Serikat AS pada perdagangan Rabu 24/4/19, walau sedikit seperti yang berlangsung semenjak minggu kemarin. Meskipun begitu penguatan yen itu direncanakan cuma sesaat dari analis Jepang.
Masafumi Yamamoto, mengatakan tidak lihat terdapatnya katalis yang bisa mendesak dolar AS, merilis laporan Reuters. Yamamoto menjelaskan penguatan yen lebih karena disebabkan risk-off atau hindari resiko di bursa saham Jepang.
Yamamoto memprediksi penguatan yen pada dolar cuma berjalan sesaat, sepanjang bank sentra penting dunia tidak meningkatkan suku bunga.
Sikap dovish bank sentra dunia membuat aset-aset beresiko kuat, sebagai penopang penguatan dolar menantang yen. Saya fikir gerakan itu akan bersambung sepanjang bank sentral-bank sentra tidak meningkatkan suku bunga kata Yamamoto.
Bank sentra Jepang BOJ akan menginformasikan kebijaksanaan moneter pada session perdagangan Asia ini hari, Kamis 25/4/19. Sekitar 48 ekonom yang disurvei Bloomberg meramalkan BOJ akan memberikan stimulus moneter di tahun ini. Bahkan juga tiga dari 48 ekonom itu meramalkan hal tersebut akan dikerjakan ini hari.
Walau peluang BOJ memberikan stimulus moneter masih tetap begitu kecil. Tetapi bila ada tanda-tanda kuat akan dikerjakan di tahun ini, kemungkinan besar bursa saham dunia, terutamanya Jepang, akan kembali kuat, serta yen akan tertekan.
Lalu pada hari Jumat 26/4/29, AS akan memberikan laporan data perkembangan ekonomi dengan perkiraan sebesar 2,2%, mencuplik data di Forex Factory. Tetapi The Fed memberi perkiraan tambah tinggi yaitu 2,8%.






