Sebagai trader, pastinya Anda memahami kalau saat trading forex dapat berubah setiap saat dalam kurun waktu 24 jam, 5 hari seminggu. Trader juga bisa memastikan sendiri apakah akan bertransaksi pada pagi hari, siang, maupun malam.
Tetapi, apakah Anda ketahui akan ada beberapa waktu beresiko untuk bertrading forex? Pada beberapa peristiwa ini begitu rawan untuk lakukan open tempat, hingga trader mesti memiliki kewaspadaan tinggi.

Detik-detik mendekati penutupan pasar pada Sabtu awal hari jadi momok untuk beberapa trader, hingga banyak yang pilih untuk ” tutup toko ” saja pada hari Jumat. Pasalnya, gerakan harga mendekati penutupan pasar diduga sulit dilacak.
Lebih dari itu, open tempat yang dikerjakan sangat dekat dengan saat penutupan pasar punya potensi floating sampai hari Senin, melalui libur akhir minggu.
Padahal, dalam masa itu bisa saja berlangsung beberapa perubahan mengejutkan yang menyebabkan timbulnya gap besar di awal minggu selanjutnya. Sasaran Profit ataupun Stop Loss dapat mudah ter-trigger terlebih bila tidak gunakan SL, jadi Margin Call juga dimuka mata. Mengingat gerakan ke depan sulit dipetakan, jadi banyak trader menghindari saat trading forex ini.
Akan tetapi, bukan hal yang tabu dalam bertrading atau membiarkan tempat floating di masa-masa itu. Trader yang berniat ” menggunakan jebakan ” untuk profit dari gap yang akan keluar di hari Senin juga ada saja. Saat trading forex manapun pada intinya memiliki kandungan resiko sendiri. Mengerti saja jika Anda siap bertrading dengan resiko lebih tinggi, jadi potensi profit juga harusnya lebih mengundang selera.

Tahun 2016 serta 2017 diramaikan banyaknya sekali moment seperti ini, diikuti dengan judul ” referendum ” serta ” pemilu “. Ciri moment politik yaitu momennya tidak dapat di pastikan, berbanding terbalik dengan launching data ekonomi yang sudah terjadwal pada kalender forex. Meskipun beberapa analis sudah memproyeksinya apa efeknya apabila kubu X mengalahkan Y, namun saja perjalanan harga spontan di pasar dapat berlawanan karena ada faktor euforia.
Anda bisa mengambil contoh Pemilu Presiden AS tahun 2016 kemarin. Jauh-jauh hari, beberapa analis memperingatkan kalau jika Donald Trump dipilih jadi akan mengakibat sederetan bahaya dengan ketidakpastian. Tetapi, sesudah ia mengalahkan Hillary Clinton, Dolar jadi melejit kuat… serta baru sekitar satu bulan sesudahnya pasar kembali ingat bila Trump adalah ancaman untuk kestabilan ekonomi AS ataupun Dunia.
Tidak cuma moment terkait politik. Beberapa trader juga akan menghindari saat trading forex setiap saat yang terkait dengan launching data ekonomi punya potensi akibat besar. Dari pada terlindas volatilitas sebentar, tambah baik mencari peluang di saat trading forex yang lain.
Walau demikian, cuma karena banyak yang menghindarinya serta menilainya beberapa peristiwa spesifik sebagai saat trading forex paling beresiko, tidak lalu bermakna tidak mungkin untuk profit. Kenyataannya, ada pula kelompok berjuluk News Trader yang malah berniat mengincar peristiwa launching data ekonomi beresiko tinggi.
Apakah Anda termasuk orang yang mengalami loss segera sesudah menang besar? Anda tidak sendiri. Sindrom ini terkena banyaknya sekali trader, terutama pemula. Akar problemnya ada pada keyakinan diri berlebihan serta ” nafsu ” untuk menguber profit semakin besar sekali lagi.







