Beranda Analisa Forex Virus Corona Memukul Euro

Virus Corona Memukul Euro

610
0

Kurs euro pada akhirnya turun terhadap dolar Amerika Serikat AS pada perdagangan Selasa 10/3/2020 selesainya mencapai level paling tinggi dalam 1 tahun pada awal pekan kemarin.

Lonjakan masalah virus corona di Eropa masih sebagai isu utama perdagangan mata uang. Jerman, Spanyol, Prancis, dan Italia, 4 negara dengan nilai ekonomi terbesar pada zona euro kini masuk daftar 10 akbar negara dengan jumlah perkara corona terbanyak di dunia.

Dari laporan data Johns Hopkins CSSE, jumlah masalah di Jerman yang mencapai 1.225, Spanyol 1.235, Prancis 1.412, dan Italia 9.172.

Italia sekarang bahkan sebagai negara menggunakan kasus corona terbanyak kedua pada bawah China 80.756 orang yang adalah asal virus corona.

Jumlah korban meninggal dampak virus corona pada Italia kini mencapai 463 orang, terbanyak ke 2 sehabis China.

Secara total pada seluruh global virus corona telah menjangkiti 100 negara, menggunakan jumlah perkara lebih berdasarkan 114.000 orang, dan korban tewas lebih berdasarkan 4.000 orang.

Dari kebijakan pemerintah Italia sekarang bahkan mengisolasi seluruh warganya demi meredam penyebaran wabah virus corona.

PM Italia Giuseppe Conte menyatakan mengisolasi penuh Italia, melarang pertemuan publik, hingga membatalkan sejumlah pertandingan sepak bola di Italia (Serie A).

Perkembangan ekonomi zona euro sekarang terancam melemah, bahkan beberapa negara harus terancam dan mengalami resesi.

Akibatnya, European Central Bank ECB sekarang pada tekanan buat menaruh stumulus guna meredam impak virus corona ke perekonomian.

ECB pada September tahun lalu sudah memberikan sejumlah stimulus guna untuk mendongkrak ekonomi zona euro yang melambat.

Pada waktu itu ECB memangkas deposit facility sebesar 10 basis poin bps sebagai -0,5%, sementara main refinancing facility permanen sebanyak 0% dan suku bunga pinjaman lending facility juga permanen sebesar 0,25%.

Bank sentral yang waktu itu masih dipimpin Mario Draghi ini jua mengaktifkan kembali acara pembelian aset obligasi dan surat berharga atau yang dikenal menggunakan quantitative easing yang sebelumnya telah dihentikan pada akhir tahun 2018.

Program permintaan aset kali ini dimulai pada 1 November 2019 dengan nilai 20 miliar euro dalam per bulan.

Berdasarkan launching ECB yang dilansir Reuters, QE untuk saat ini tanpa batas waktu, merupakan akan terus dilakukan speanjang dibutuhkan buat menaruh stimulus untuk perekonomian zona euro.

Ada kemungkinan nilai berdasarkan QE tersebut akan ditambah pada pengumuman keputusan moneter Kamis dalam pekan ini, sebagai akibatnya kurs euro terkoreksi turun berdasarkan posisi tertinggi 1 tahun.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses