Dolar AS merangkak naik pada Yen di sesion perdagangan Senin 14/Agustus awal minggu ini. USD/JPY terlihat diperjualbelikan diatas level rendah 4 bulan. Kemelut politik pada AS serta Korea Utara masih tetap jadi moment kunci untuk outlook gerakan pair itu dalam periode pendek.
Terkecuali desakan dari bagian geopolitik, desakan pada Dolar AS juga diberi tambahan oleh lemahnya data inflasi AS untuk bulan Juli. Pada hari Jumat minggu lantas, CPI AS dilaporkan cuma tumbuh sebesar 0.1 % pada bulan Juli. Harapan pertumbuhannya yaitu 0. 2 %. Angka ini tidak beralih dari pencapaian bulan Juni. Dalam basis tahunan, inflasi AS naik 1.7 % YoY, atau ada dibawah harapan.
Menyebabkan, harapan juga akan kenaikan suku bunga The Fed untuk yang ketigakalinya tahun ini, mesti dipikirkan kembali. USD/JPY yang pernah menyentuh low 108.909 sesudah laporan CPI AS di rilis, terlihat selalu melakukan perbaikan diri. Siang hari ini, USD/JPY telah menjangkau kisaran 109. 87.
Konsentrasi pasar awal minggu ini pada akhirnya kembali pada Korut vs AS. Seperti yang di ketahui, minggu lantas, Korut meneror juga akan meluncurkan percobaan misil ke Guam–wilayah teritori AS di Pasifik–pada pertengahan Agustus dengan kata lain minggu ini.
Keadaan itu menyebabkan rontoknya aset-aset berisiko tinggi. Dalam periode pendek, hal semacam ini masih juga akan jadi konsentrasi beberapa aktor pasar. dari leterangan Masafumi Yamamoto dari Mizuho Securities, ketidakpastian seperti ini belum juga juga akan lenyap jangka waktu singkat.
” Dolar AS saat ini ada dalam rentang 108 yen sampai 115 yen. Bila kemelut Korut-AS semakin memanas, jadi juga akan ada kenaikan resiko. Hingga, USD/JPY bisa drop hingga ke bawah 108 yen. ” tegas Yamamoto pada Reuters.
Lepas dari perkiraan analis itu, Yen Jepang tunjukkan reaksi yang minim pada data ekonomi Jepang yang dilaunching pagi barusan. Perekonomian Jepang terpantau tumbuh pada laju tahunan 4.0 % pada bulan April-Juni, level perkembangan terpesat Jepang mulai sejak bulan Januari-Maret 2015.






