Yen Jepang ada di daerah positif di sesion Senin dan sudah menarik diri dari tingkat 110.
Sekarang ini, USD/JPY dalam perdagangan pada 109.42, mengalami penurunan 0,37% semenjak tempo hari hari.
Harga USD/JPY mengalami penurunan deras pada tempo hari hari karena DXY, dan JP225 bearish.
USD menurun oleh pengurangan Index Dollar, sementara Yen Jepang didorong oleh tindakan jual Nikkei. Harus menyaksikan apa yang bisa terjadi disekitaran FOMC.
Sama seperti yang telah Anda kenali, pasangan ini bergerak ke samping, tapi benar-benar mengharap tatap muka peraturan moneter Federasi Reserve bisa bawa arah yang terang.
Beberapa bank Jepang ditutup di awal perdagangan Senin tempo hari untuk mengingati Hari Penghormatan Orang Tua.
Pada hari Rabu, FOMC dan BOJ menjadi pemasti. Esensial akan gerakkan pasangan, jadi Anda harus waspada karena apa saja dapat terjadi.
Ada beberapa tatap muka bank sentra minggu ini, dengan beberapa pembikin peraturan Federasi Reserve dan Bank of Japan bergabung pada hari Rabu. Harapan mendekati dua tatap muka tidak dapat semakin berlainan.
FOMC mempunyai perhatian penuh dari pasar, dan tiap komentar dari anggota Fed mendekati tatap muka bisa menjadi informasi khusus dan bisa gerakkan pasar.
Investor tidak bisa tentukan waktu taper, tapi ada pertaruhan yang berkembang jika pada tatap muka kedepan The Fed akan memberikan signal jika itu mulai akan tapering pada tatap muka November.
Dollar AS telah reli mendekati tatap muka, serta panduan pengurangan November akan memacu peningkatan selanjutnya untuk greenback.
Investor akan menyisir lewat pengakuan suku bunga dan plot titik bila Fed memprioritaskan harapan peningkatan suku bunga, dollar AS akan memberi respon dengan peningkatan yang kuat.
Pasangan USD/JPY dapat menulis gerakan tajam pas sesudah Pengakuan Peraturan Moneter Bank of Japan.
BOJ diprediksi akan menjaga Suku Bunga Peraturan BOJ di daerah negatif di -0,10%. Selanjutnya, pada hari Rabu, FOMC betul-betul bisa gerakkan pasar karena Pertemuan Jurnalis FOMC sebagai wakil kejadian berpengaruh tinggi.
Sikap hawkish bisa mengusung USD, sementara FED dovish di tengah-tengah gelombang ke-4 COVID-19 bisa memberi hukuman USD.
Kondisinya tidak berbeda jauh saat tiba ke Bank of Japan. Dengan ekonomi Jepang yang tertatih-tatih dan banyak daerah yang ada pada kondisi genting karena Covid.






