Beranda Broker Forex (08/12/’25) USD/JPY Tertekan: Aksi ‘Unwinding’ dan Bayang-Bayang FOMC Picu Penguatan Yen

(08/12/’25) USD/JPY Tertekan: Aksi ‘Unwinding’ dan Bayang-Bayang FOMC Picu Penguatan Yen

40
0
USD/JPY, Yen, Unwinding

Senin (08/12), mata uang Yen Jepang (JPY) menguat, mengakibatkan pair USD/JPY mengalami tekanan bearish signifikan, diperdagangkan di kisaran 155.15 – 155.30. Pergerakan ini didorong oleh kombinasi sentimen pelemahan Dolar AS menjelang pertemuan FOMC dan penguatan internal Yen akibat spekulasi kebijakan Bank of Japan (BoJ).

Divergensi Kebijakan Moneter

Dua narasi besar yang bertolak belakang (divergensi) menjadi mesin penggerak utama jatuhnya USD/JPY hari ini:

  1. The Fed: Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga (Dovish)

Pasar sepenuhnya fokus pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dimulai besok. Probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed kini berada di angka mendekati 90%. Ekspektasi ini menekan yield (imbal hasil) Obligasi AS tenor 10-tahun, yang secara historis memiliki korelasi positif yang kuat dengan USD/JPY. Turunnya yield AS membuat aset berbasis Dolar menjadi kurang menarik dibandingkan Yen.

  1. Bank of Japan: Sinyal Normalisasi (Hawkish)

Di sisi lain, Gubernur BoJ terus memberikan sinyal bahwa inflasi upah di Jepang mulai stabil, membuka ruang untuk normalisasi kebijakan (kenaikan suku bunga) lebih lanjut. Hal ini memicu aksi “Unwinding Carry Trade”.

  • Penjelasan: Investor yang sebelumnya meminjam Yen (bunga rendah) untuk membeli Dolar, kini beramai-ramai menutup posisi tersebut karena selisih bunga (spread) diprediksi akan menyempit. Aksi tutup posisi ini berarti menjual Dolar dan membeli kembali Yen, yang mempercepat penurunan harga.

Menembus Support Psikologis?

Secara teknikal, tren jangka pendek USD/JPY telah beralih menjadi bearish. Struktur harga membentuk pola Lower High (LH) dan Lower Low (LL) yang jelas di kerangka waktu H4.

Indikator Utama:

  • EMA 50 & 200 (H4): Harga bergerak konsisten di bawah kedua garis Moving Average, mengonfirmasi dominasi seller. Terjadinya Death Cross pada akhir pekan lalu masih memberikan dampak negatif.
  • RSI (Relative Strength Index): Indikator RSI mendekati area 30 (Oversold). Ini mengindikasikan momentum jual sangat kuat, namun waspadai potensi rebound teknikal sesaat (koreksi naik terbatas) sebelum melanjutkan penurunan.

Level Kunci (Key Levels):

  • Resistance (Area Jual):
    • 156.00: Level psikologis yang sebelumnya adalah support, kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat (Support-turned-Resistance). Kenaikan menuju level ini dapat dimanfaatkan seller untuk re-entry.
    • 156.80: Batas atas tren penurunan saat ini.
  • Support (Target Penurunan):
    • 155.00: Level psikologis kuat. Jika harga breakdown dan ditutup di bawah level ini pada chart harian, tekanan jual bisa berlanjut lebih dalam.
    • 154.20: Target ekstensi berikutnya jika momentum bearish berlanjut pasca rilis berita FOMC nanti.

Kesimpulan dan Strategi Trading

Pasar saat ini didominasi oleh sentimen pro-Yen. Namun, trader harus berhati-hati karena pasar berada dalam mode antisipasi tingkat tinggi menjelang keputusan The Fed.

  • Skenario Bearish: Penembusan valid di bawah 155.00 akan membuka pintu menuju 154.20.
  • Skenario Koreksi: Jika harga gagal menembus 155.00, waspadai pantulan korektif menuju area 155.80 – 156.00 sebelum tren turun berlanjut.

Rekomendasi: Disarankan untuk menghindari counter-trend (melawan arus) dengan membeli di harga rendah saat ini, kecuali terdapat sinyal pembalikan arah (reversal) yang sangat valid. Fokus mencari peluang sell on rally (jual saat harga naik koreksi) di area resistance memiliki rasio risiko-imbalan (Risk/Reward) yang lebih baik.

– idnfx


Disclaimer: Perdagangan forex melibatkan risiko substansial. Analisis ini disajikan sebagai informasi pasar umum dan bukan merupakan saran investasi langsung.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses