Dalam perdagangan session Asia hari Senin ini 3/6, pasangan mata uang USD/JPY roboh ke 108.22, rata-rata terendahnya semenjak bulan Januari.
Penguatan Yen dengan mencolok berlangsung semenjak hari Jumat lalu, sesudah Presiden AS Donald Trump menginformasikan aplikasi kenaikan biaya setahap buat semua produk yang dihadirkan dari Meksiko.
Kenaikan biaya akan diresmikan mulai tanggal 10 Juni akan datang sepanjang Meksiko belum dapat mengatur arus imigrasi ilegal yang melewati negaranya ke arah AS.
Meluasnya perselisihan perdagangan di antara AS dengan negara tidak hanya China sudah membuat investor melarikan dana-dananya ke aset-aset safe haven, terutamanya obligasi pemerintah, Yen, Franc Swiss, serta Gold.
Beberapa analis bahkan juga mensinyalir jika sepanjang permasalahan perdagangan selalu bersambung, ketertarikan efek investor selalu dibayang-bayangi oleh kecemasan akan melambatnya perkembangan ekonomi global.
Chris Weston dari broker Pepperston, Australia, menjelaskan pada Reuters, Berita tentang aplikasi biaya AS buat Meksiko itu cukup menghajar. Awalnya tidak seorangpun memprediksi itu akan sama besarnya dengan China. Meksiko merupakan partner dagang yang besar sekali buat Amerika Serikat.
Menurut Weston, intimidasi biaya import Trump menggerakkan keinginan buat mata uang-mata uang yang dipandang seperti asset safe haven. Yen, dengan spesial, seringkali bertindak selaku safe haven ditengah-tengah gejolak politik serta keuangan, sebab Jepang adalah negara kreditor paling besar.
Menyikapi intimidasi Trump, pada akhir minggu, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mensinyalkan jika faksinya bersedia mempererat kendali perbatasan untuk menurunkan kemelut dengan Washington.
Beberapa petinggi AS serta Meksiko diberitakan tengah bersiap-siap untuk berjumpa di meja perundingan untuk mengulas intimidasi Trump itu. Meskipun begitu, berita itu belum dapat memudarkan kegelisahan investor serta trader.
Tindakan jual di bursa saham global di kuatirkan terus bersambung sampai minggu ini. Permasalahannya, aktor pasar menyorot juga perselisihan dagang AS dengan China.
Di hari Minggu, seseorang petinggi senior China menjelaskan jika Washington tidak dapat mendesak China serta menampik untuk menjawab pertanyaan tentang apa pemimpin ke-2 negara akan bertemu dalam pertemuan G20 akhir bulan ini.
Petinggi lain mengutarakan jika China akan membuat daftar hitamnya sendiri yang berisi nama-nama perusahaan AS yang tidak dapat diandalkan dalam jalinan usaha.






